lenterakalimantan.com, RANTAU – Kepala BWS Kalimantan III I Putu Eddy Purna Wijaya menyampaikan, kegiatan memperingati hari air dunia tahun 2024 ini mengangkat tema “Water For Peace” di Taman Irigasi Tapin, acara ini juga sekaligus melakukan penanaman pohon secara bersama-sama.
“Dengan tema tersebut diangkat diharapkan terjadinya kolaborasi internasional yang dapat menciptakan kerjasama global, dengan tujuan terciptanya kondisi dimana air menjadi alat untuk perdamaian di setiap aspek kehidupan,” ucapnya.
Dengan dirangkai penanaman pohon dan World Water Forum dengan membahas isu air global, diharapkan ada epek yang baik dan mengubah perilaku dalam memanfaatkan air.
“Penanaman pohon disiapkan sebanyak 500 bibit pohon untuk ditanam dan 1.000 titik biopori, dengan rincian sebanyak 350 bibit pohon yang akan ditanam di Taman Irigasi Tapin dan 150 bibit pohon yang akan ditanam di Bendung Tapin Linuh,” ujarnya.
Ia berharap, dengan dilakukan penanaman pohon dan bibit yang dipelihara dan dilestarikan bisa bermanfaat bagi lingkungan masyarakat.
Sementara itu Pj Bupati Tapin M Syarifuddin atas nama pemerintah Kabupaten Tapin menyambut gembira diadakannya peringatan hari air dunia oleh BWS Kalimantan III yang digelar di Taman Irigasi Tapin sekaligus penghijauan.
“Terima kasih kepada BWS Kalimantan III telah menyelenggarakan hari air dunia di Tanam Irigasi Tapin sekaligus penanaman pohon untuk penghijauan. Air sangat banyak sekali manfaatnya untuk kehidupan manusia dan kebutuan lain-lain baik itu pertanian untuk pengairan,” paparnya.
Oleh karena itu, ia menilai momentum peringatan hari air dunia diadakan di Tapin, yang dimana telah ada dibangun Bendungan Tapin dan Bendungan Linuh.
“Tentunya adanya bangunan yang diberikan pihak balai sungai banyak memberikan kontribusi terhadap pertanian, sumber air baku air bersih dan juga pariwisata,” ungkapnya.
Ia berharap, kedepan agar bisa lebih banyak lagi program-program dari Balai Sungai Kalimantan III untuk Kabupaten Tapin dalam mendukung bidang pertanian, sumber bahan baku air dan lainnya dalam hal kebutuhan air.
Hal senada juga diungkapkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor diwakili Aspem Kesra Nurul Fazar Desira, dikatakan bahwa pentingnya air tidak hanya kelangsunggan hidup namun juga bagi perdamaian kehidupan di dunia.
“Oleh karenanya pada peringatan hari air dunia ini, mari kita bersama-sama memupuk kebersamaan sebagai upaya melestarikan lingkungan dan pelestarian sumber daya air, yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon, serta bijak penggunaan air,” pintanya.
Dengan kebersamaan itu diharapkan bersama-sama dapat mengelola menjaga kelestarian sumber daya air, sehingga dapat terus menjaga kelestarian kehidupan serta dapat mewujdukan kedamaian dunia.
“Semoga melalui peringatan hari air dunia tahun 2024 dapat meningkatkan rasa syukur kita atas segala karunia Tuhan yang maha esa, khususnya air yang telah kita nikmati selama ini,” harapnya.
Seperti diketahui bersama, dalam peringatan Hari Air Dunia mengangkat tema “Water For Peace” juga dihadiri unsur Muspika Kec Bungur, Camat Bungur Dwi Retno Hastuti, Syaiful Anam Wakil Hathi Kalsel, Ary Achdyani Komuntias Peduli Sungai dan Pensiunan PUPR.


