lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Menjadi narasumber Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang diselenggarakan BEM STIKES HUSADA BORNEO Banjarbaru, Dekan Fakultas Hukum UVAYA Banjarmasin Masrudi Muchtar, S.H.,M.H. berbicara tentang Membangun Sikap Kepemimpinan.
Menurut Masrudi Muchtar, mahasiswa sebagai generasi milenial menyandang tiga fungsi strategis, yaitu sebagai penyampai kebenaran (agent of social control), sebagai agen perubahan (agent of change), dan sebagai generasi penerus masa depan (iron stock).
“Saat ini banyak mahasiswa memiliki kemampuan memimpin, tapi hanya sedikit yang berkarakter dan memiliki integritas,”kata Masrudi begitu panggilan karib Dekan FH Uvaya Banjarmasin ini dalam Kegiatan LDKM ini yang digelar secara daring melalui zoom cloud meeting, Jum’at (4/2/2022).
Kegiatan cukup meriah Sebab dihadiri Anggota Bem Stikes Husada Borneo, Mahasiswa S1 Gizi, Mahasiswa D3 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan.
Tidak hanya itu sambung dia lagi, untuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki kemampuan akademis, leadership, rasa percaya diri dan spiritual capital. Keempat faktor tersebut merupakan hal yang saling terkait dan esensial untuk dimiliki sebagai calon-calon pemimpin.
Ia bilang pada masa sekarang untuk menjadi pemimpin dan memiliki jiwa kepemimpinan diperlukan perspektif yang inovatif, kreatif, dan kerja kolaboratif.
Seorang pemimpin adalah penggerak, penggagas dan pendorong perubahan, sebagai inovator, dan yang terpenting punya jiwa adil dan konstruktif. “Sekarang, dengan adanya kebijakan kampus merdeka, mahasiswa memiliki banyak sarana untuk melatih kepemimpinan,” jelasnya.
“Jangan takut diberikan amanah menjadi pemimpin. Temukan minat dan bidang kita, karena apa yang kita lakukan sekarang itulah yang menjadi sumber keberhasilan kita dimasa mendatang. Bekali diri dengan karakter kepemimpinan “IKHTIAR”, yakni Integrity (Integritas), Keep on collaborating (berkolaborasi), Humble (rendah hati), Tactful (Bijaksana),Inspiring other (mampu menginspirasi), dan Agile (lincah),”papar Masrudi.
Lebih lanjut ia menuturkan, sebagai mahasiswa harus mengambil peran dalam pembangunan peradaban. Manfaatkan kesempatan sebagai mahasiswa untuk belajar serta mengasah potensi diri.
Ada banyak sarana untuk mengembangkan skill dan potensi diri, baik melalui organisasi, bangku perkuliahan, ataupun melalui program kampus merdeka yang saat ini sedang marak-maraknya.


