lenterakalimantan.com, BARABAI – Staf Operasi Darat berikan pembekalan kepada personil Satgas Operasi Pamtas Darat RI-Mly di wilayah Kaltara Yonif 621/Manuntung TA 2022-2023 di Ruang Vicon dan Aula Manuntung, Selasa (14/6/2022).
Dalam pembekalan itu turut bergabung Pabandya-2/Siaga Spaban VI/Ops DN Sopsad. Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho. S.Sos, M.Tr. (Han), dan Kaurevsiapops DN Spaban VI/Ops DN Sopsad, Kapten Inf Finsa Wahyu Hariyono didampingi Pasi Ops Korem 101/Ant, Mayor Inf Syamsul.
Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho. S.Sos, M.Tr. (Han) dalam pembekalan tersebut menyampaikan, tentang tahap penyiapan tugas operasi diantaranya program latihan operasi, latihan penyiapan pratugas, latihan pratugas, dan pemeriksaan kesiapan operasi.
Lebih lanjut, tahap pelaksanaan diantaranya, kegiatan pemindahan pasukan, kegiatan didaerah operasi, dan jalannya operasi yang dilaksanakan satuan bawah. Kemudian, untuk tahap pengakhiran diantaranya, konsolidasi dan kegiatan administrasi.
Dilanjutkan, dengan kepemimpinan lapangan, unsur komandan tidak hanya harus bisa menjadi komandan saja, melainkan juga sebagai bapak, guru, kakak dan sebagai teman. Tingkatkan jiwa korsa prajurit, serta tingkatkan juga kemampuan.
“Tugas operasi adalah kehormatan, kebanggaan, semangat, keberanian, soliditas, tantangan, hambatan, resiko, bagi satgas dan akan berakhir menjadi sejarah satuan yang melaksanakan tugas tersebut,” ujarnya.
Kemudian, ia juga menyampakan kepada prajurit perhatikan dan kuasai hal-hal yang menonjol didaerah operasi, hindari kerugian didaerah operasi, serta keberhasilan didaerah operasi yang utama adalah berangkat lengkap dan kembali lengkap.
Selanjutnya, publikasikan hasil-hasil keberhasilan dan program satgas ke media sosial dengan mempedomani ST Kasad No STR/322/2021 tentang larangan pembuatan dan penguploadan video dan foto yang menggunakan atribut militer tanpa seijin satuan.
“Jangan asal upload foto dan video satuan dimedia sosial, jangan sampai ada prajurit yang tidak disiplin. Contohnya, personil satgas gondrong, mewarnai dan tidak mencukur cambang, godek dan kumis yang tidak mencerminkan sebagai perjurit TNI. Saat keluar pos tetap menggunakan gamad dan tidak menggunakan pakaian preman atau lain-lain,” tambahnya. Terakhir, milikilah hati nurani yang bersih, sayangi anggotamu, sayangi masyarakat, pantang melanggar, kreatif berbuat, serta awali setiap langkapmu dengan do’a.


