lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Idul Adha 1443 Hijriah Pedagang Hewan kurban di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut meraup omset sekitar Rp 800 juta lebih hasil penjualan sapi kurban.
Momen Idul Adha tahun ini Pedagang hewan kurban kebanjiran order, hewan kurban sudah di borong pembeli dan kekurangan stok sapi kurban.
Pengusaha sapi kurban Nurahmat mengatakan, momen Idul Adha ini, sapi kurban yang di jualnya sudah habis diborong pembeli sejak H-1 Idul Adha.
“Idul Adha tahun ini ada 40 ekor sapi yang laku terjual, ” Katanya, Minggu (10/7/2022)
Menurutnya, momen Idul Adha peminat sapi kurban sangat tinggi dan harganya pun meningkat signifikan.
Nurahmat menjelaskan, meningkatnya pembelian sapi kurban di Desa Gunung Makmur hingga kekurangan stok sapi yang akan dijual, sedangkan ada terus pemesanan hingga hari hari Raya Idul Adha.
“Kami sudah tidak bisa melayani pembeli lagi karena sapi kurbannya sudah tidak ada,” Cetusnya.
Meningkatnya pesanan sapi kurban, lantaran sapi dari luar Kalimantan dilarang masuk karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Nurahmat juga mengatakan, pihaknya sempat menjual satu ekor sapi kurban ukuran jumbo
di kisaran harga Rp 22 juta.
“Kalau harga sapi kurban memang tidak semua sama melihat ukuran besar sapinya, kami biasa jual dari kisaran harga Rp 17 juta – Rp 22 juta itu belum ongkos kirim,” Ucapnya.
Ia menambahkan, sebelum ada kenaikan harga tahun sebelumnya, biasa jual dikisaran Rp 11 juta – 14 juta per ekor sapi kurban.
Lebih lanjut ia mengatakan, tips aman membeli sapi kurban disaat harga mengalami kenaikan seperti tahun ini, yakni sebulan sebelum hari Raya Idul Adha pembeli sudah memesan sapi kurban.
Nantinya pengusaha sapi kurban akan menyediakan sapi pesanan tersebut sesuai dengan ukuran dan harga.


