lenterakalimantan.com, PELAIHARI – PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap melalui Program Pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Bidang Pendidikan menyelenggarakan program Pelatihan bagi Guru Pembimbing Khusus se-Kecamatan Kintap, Selasa (25/10).
Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Pendidikan Inklusif dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan adanya tenaga pendidik yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak didik berkebutuhan khusus di sekolah umum.
Guru yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 40 orang dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat. Adapun narasumber yang memberikan pelatihan merupakan kompeten di Bidang Pendidikan Inklusif berasal dari Balai Besar Guru Penggerak (GPK) Jawa Barat.
Dr. Dadang Garnida, beliau merupakan Ketua Tim Pengembang Bimtek GPK di Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus dan koordinator kegiatan bimtek untuk 15.000 orang guru se-Indonesia.
Selain itu, Arutmin juga menggandeng Universitas Lambung Mangkurat Program Studi Pendidikan Khusus untuk implementasi Program.
Tema pelatihan peningkatan kompetensi pendidikan inklusif pada tahun ini yaitu Universal Design for Learning, Terapi ABA (Applied Behaviour Analysis) dan PKPBI (Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama).
Pembukaan Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Aula SMA Negeri 2 Kintap yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut H Zainal Abidin.
Kegiatan Pelatihan akan diselenggarakan selama 3 hari, tanggal 25-27 Oktober 2022.
Zainal Abidin dalam sambutannya, sangat mengapresiasi Arutmin atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan inklusif.
“Sesuai Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009, pendidikan inklusif yang merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik dengan kebutuhan khusus yang memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk dapat mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu langkah pendidikan secara bersama-sama peserta didik lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemda Tanah Laut sangat mendukung program ini dengan kerjasama pihak ULM, Balai Besar Guru Penggerak dan SLB C Banjarbaru.
“Selamat mengikuti pendidikan Bimbingan Teknis Anak Berkebutuhan Khusus bagi Guru se-Kecamatan Kintap” sambungnya.
Ditempat yang sama, Yudo Prakoso mewakili manager PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap menuturkan, Komitmen perusahaan pada pendidikan inklusif sudah mulai sejak 2019 dan saat ini telah dilaksanakan seminar/pelatihan sebanyak 4 kali.
“Semoga Para Guru di Kecamatan Kintap semakin siap dengan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk mengajar anak-anak dengan kebutuhan khusus,” harapnya.
Pada kesempatan itu Arutmin juga memberikan beasiswa kepada 27 Sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat dengan jumlah sasaran 270 siswa/siswi dan diharapkan hal ini memberikan jaminan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Pemberian beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut. Agenda selanjutnya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Arutmin Indonesia Tambang Kintap dengan Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.
Program pendidikan khusus ini diharapkan mampu menjangkau anak dengan kebutuhan khusus di wilayah Kecamatan Kintap sehingga dapat memberikan bekal untuk mereka di masa depan.


