lenterakalimantan.com – Tidur di malam hari akan terasa sulit untuk sebagian orang sehingga membuat tubuh merasa lelah ketika bangun.
Melatonin berperan besar untuk menentukan waktu tidur seseorang, bahkan Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kekurangan melatonin bisa menyebabkan gangguan tidur. Meskipun bisa diproduksi secara alami oleh tubuh, mengonsumsi suplemen melatonin bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi gangguan tidur (Insomnia).
Ketahui manfaat dan efek samping suplemen melatonin ini terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya.
Manfaat suplemen melatonin
Mayo Clinic menyebutkan bahwa mengonsumsi suplemen melatonin sudah terbukti bisa mengatasi beberapa kondisi, seperti:
- Terganggunya ritme sirkadian atau siklus tidur pada tunanetra
- Siklus tidur yang terhambat sehingga mengakibatkan seseorang tidur terlalu larut dan bangun terlalu siang
- Insomnia
- Jet lag atau kesulitan untuk tidur karena perjalanan dari satu daerah ke daerah lain yang memiliki zona waktu berbeda
- Gangguan tidur karena bekerja dalam shift yang mengharuskan seseorang untuk bekerja di malam hari
- Gangguan tidur pada anak-anak.
Penggunaan suplemen melatonin ini perlu selalu dikonsultasikan dengan dokter, khususnya ketika akan diberikan kepada anak-anak.
Efek samping suplemen melatonin
WebMD menyebutkan bahwa mengonsumsi suplemen melatonin dinilai aman dalam jangka pendek dan dalam waktu lama, bahkan hingga 2 tahun.
Meskipun begitu, ada beberapa efek samping ringan yang akan dialami oleh beberapa orang ketika mengonsumsi suplemen melatonin, seperti:
- Sakit kepala
- Mengantuk
- Pusing
- Mual.
Selain itu, ada beberapa efek samping yang akan terjadi meskipun kemungkinannya kecil, seperti:
- Muncul rasa depresi sementara
- Tubuh gemetar
- Merasa cemas
- Kram perut
- Mudah marah
- Berkurangnya kewaspadaan
- Kebingungan atau sulit memahami arah.
Mengonsumsi suplemen melatonin akan mempengaruhi kinerja obat lain sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Mengonsumsi suplemen melatonin ini juga perlu diwaspadai oleh ibu hamil dan menyusui karena belum terbukti aman untuk janin dan produksi ASI.
Bahkan, mengonsumsi suplemen melatonin juga dianggap tidak aman bagi para wanita yang sedang melakukan program hamil karena efeknya mirip dengan pil KB.


