lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Musrenbang Kecamatan Pelaihari dan Bajuin Untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tanah Laut (Tala) 2024 Bertempat di Aula Harmoni Kantor Kecamatan Pelaihari, Senin (13/2/2023).
Dalam kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Dapil I H Arkani, H Abdullah, Joko Pitoyo, Yudi Rizal dan Ridha Hayani, Kepala Bappeda Tala, Camat Pelaihari dan Bajuin, para kepala desa dan lurah serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Pelaihari dan Bajuin.
Bupati Tanah Laut HM Sukamta yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Safarin menyampaikan, jangan menganggap musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) hanya sebatas serimonial belaka.
Melainkan dengan adanya forum ini, katanya, seluruh pemangku kepentingan akan membahas dan menyepakati seluruh kegiatan yang diusulkan oleh kelurahan dan desa.
“Agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini jangan dipersepsikan sebagai kegiatan serimonial belaka, dari musrenbanglah tercipta transparansi dan akuntabilitas proses usulan pembangunan,” katanya.
Menurutnya, melalui musrenbang kecamatan ini usulan-usulan akan disesuaikan dengan arah kebijakan pembangunan RKPD 2024 yang akan diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan RPD Tala di 2024-2026.
Safarin menambahkan, setiap usulan akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RJPD) Tala tahun 2005-2025 dan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan di 2021-2026 serta prioritas nasional 2024.
“Dari daftar rencana pekerjaan di kecamatan tahun 2023, untuk Kecamatan Pelaihari terdapat 175 pekerjaan dengan total pagu Rp171 miliar dan Kecamatan Bajuin sebanyak 77 pekerjaan dengan total pagu anggaran sebesar Rp33,5 miliar,” ujarnya.
Safarin menyampaikan, tema yang diangkat pada musrenbang ini yaitu “Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Dengan Pelayanan Dasar dan Insfrastruktur yang Berkualitas”.
Dari tema tersebut, dituangkan dalam empat prioritas pembangunan yang harus ditindak lanjuti yaitu peningkatan daya saing sumber daya manusia.
Peningkatan ekonomi masyarakat secara merata dengan pembangunan insfrastruktur yang berwawasan lingkungan, peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta peningkatan ekonomi masyarakat secara merata.
“Melalui forum ini dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat, kami juga berharap perumusan dan penetapan program prioritas Kecamatan nantinya harus benar-benar mampu menjawab setiap permasalahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Pelaihari dan Bajuin,” pungkasnya.


