lenterakaliman.com, PELAIHARI – Salah satu bangunan Pabrik Karet milik PT KJW di Desa Liang Anggang, Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut (Tala) ambruk, Kamis (9/3/23) sekitar pukul 12.00 WITA.
Kepala Desa Liang Anggang Sukirman menuturkan ada 8 orang yang terdata terperangkap di dalam bangunan tersebut.
7 orang berhasil diselamatkan dan terverifikasi ke rumah sakit.
Sementara 1 orang bernama Yunus warga RT 2 Desa Liang Anggang diduga masih terperangkap di dalam.
“Tim BPBD Tala dan relawan masih berusaha mencari. Namun belum ditemukan,” kata Sukirman.
Ia menambahkan, pencarian satu orang ini cukup susah mengingat bangunan ambruk tidak ada yang berani mendekat.
Sebab bangunan pabrik miring dan masih berpotensi runtuh.
“Pencarian menggunakan alat untuk sementara waktu juga tidak memungkinkan mengingat konstruksi bangunan pabrik yang dibangun tahun 2013 sudah sangat miring,” katanya.
Ia menyebutkan, kalau dipaksakan akan membahayakan bagi semua.
Sukirman bilang, total karyawan pabrik ada 136 orang sesuai data perusahaan. Namun untuk terperangkap yang terdata 8 orang.
“Saat musibah pabrik ambruk karyawan dalam kondisi sedang istirahat. Atau jam istirahat,” ujarnya.
Musibah ambruknya bangunan pabrik ini sambung Sukirman. Diduga konstruksi bangunan besi atau tiang sudah tua karena karet ini mengeluarkan gas yang sangat tajam dan menimbulkan karat pada logam.
“Ini baru dugaan saja,” katanya.
Ia menambahkan, bangunan pabrik karet ini sendiri berdiri di atas tanah padat. Dengan pondasi kurang lebih 60 sentimeter. Kemudian ditopang besi-besi besar seperti menara.
Sementara Kapolsek Bati-Bati Iptu H Samsudi membenarkan, kejadian tersebut, namun pihaknya belum dapat menjelaskan kronologis kejadian, sebab dirinya masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Betul ada kejadian, ini saya di TKP,” katanya.


