lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Peringati Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia 2023, yang jatuh pada 24 Maret 2023. Koalisi Organsiasi Profesi Indonesia Penanggulangan TBC (Kopi-TB), menggelar acara di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai Pelaihari, Minggu (19/3/2023).
Kegiatan ini bertemakan Yes! We Can End TB, (Tanah Laut Kenali Penyakit TBC Sejak Dini).
Rangkaian acara tersebut, diantaranya memotong tumpeng oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Tala, Safarin, Ketua Komisi II DPRD Tala H Junaidi, dan Kadinkes Tala dr Isna Farida, menyerahkan hadiah tropi kepada pemenang lomba desain, dan Puskemas.
Dilanjutkan tanda tangan komitmen bersama percepatan eliminasi TBC di Tanah Laut, melibatkan semua pihak di organisasi Kesehatan, Pemkab Tala, DPRD Tala dan Masyarakat.
Kegiatan lainnya pada acara ini, penyerahan hadiah door prize, berupa hadiah hiburan kepada peserta yang ikut senam sehat.
Koordinator pelaksana kegiatan dr Levana Kasuma Dewi mengatakan, karena pada tanggal 24 Maret bersamaan bulan Ramadhan maka acara ini dimajukan.
“Hari ini dirayakannya Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia tahun 2023,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan adanya Koalisi Organsiasi Profesi Indonesia Penanggulangan TBC (Kopi-TB) di Tanah Laut, yang dibentuk pada bulan September 2022.
“Kegiatan ini, sekalian promosikan di Tanah Laut ada Kopi- TB,”ujarnya.
dr Levana Kasuma Dewi jelaskan, kasus Tuberkulosis (TBC) di Tanah Laut cukup banyak ditanganinya, tahun 2022 mencapai 500 kasus.
Ia menambahkan, jumlah itu dapat ditanganinya dengan baik bekerja sama lintas sektor, Puskesmas dan jejaring lainnya.
“Hampir 85 persen kasus Tuberkulosis dapat disembuhkan, 15 persennya dimungkinkan pasien banyak yang mangkir untuk dilakukan pengobatan,” katanya.
Rata-rata penderita Tuberkulosis kata dr Levana, usia diatas 40 tahun dan kebanyakan di derita oleh kaum laki-laki.
Penularan Tuberkulosis, menjadi faktor resiko bagi perokok karena rentan tertular, termasuk penderita HIV.(Adv)


