lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan lahan seluas delapan hektare lebih di area Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pantauan media ini di lokasi kejadian melanda dua wilayah area sekitar kampus UIN tersebut yang berjarak sekitar puluhan meter melahap lima hektare lebih, sedangkan titik api berikutnya berjarak sekitar 300 meter dari UIN Antasari yang menghanguskan kurang lebih tiga hektare.
“Tim gabungan membutuhkan waktu sekitar tiga jam memadamkan di area Kampus UIN Antasari,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Mansyah di Banjarbaru, Rabu malam.
Mansyah menyebutkan personel menerima informasi titik api pada sore tadi sekitar pukul 16.00 Wita, tim bergerak menuju lokasi yang beralamat di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Personel gabungan berjumlah sekitar 30 orang diantaranya BPBD Kalsel, BPBD Banjarbaru, Manggala Agni, Relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), TNI dan Polri.
Dia menuturkan tim mengalami beberapa kendala di lapangan akibat titik air cukup jauh dari lokasi tempat kebakaran lahan (TKL), namun personel memastikan titik api sudah padam sekitar pukul 20.30 Wita.
Ia mengungkapkan titik karhutla merupakan lahan semi gambut, tim menggunakan sebanyak delapan selang air untuk memadamkan kobaran api.
Sementara itu, Petugas Lapangan BPBD Kalsel Ilham Ramadhan menyebutkan timnya sudah melakukan pemadaman dilokasi pada siang hari tadi, personel meninggalkan lokasi karena titik api sudah padam.
“Ternyata api menyala kembali sekitar jam empat sore, ada dua titik kejadian sekaligus,” ucap Ilham.
Dia bilang, tim lapangan berjibaku berpindah lokasi pada dua wilayah karhutla yang menghanguskan lahan salah satu kampus negeri tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Relawan dari BPK Rauhan menyatakan kondisi api sudah terkendali. “Kobaran api sudah padam,” ujar Rauhan.


