lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Sebuah truk trailer B 9412 IG warna hijau bermuatan Ban Jumbo terbalik di Gunung Rimpi pas turunan dan berbelok di Jalan Nasional Ahmad Yani, Desa Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Jumat (7/7/2023), kejadiannya sekitar pukul 00.00 Wita.
Dari Pantauan Wartawan lenterakalimantan.com, saat di lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 Wita, Truk trailer masih dalam posisi terbalik miring.
Sedangkan angkutan truk trailer berupa ban dengan ukuran besar berhamburan.
Sementara itu, sopir yang terjebak macet berjibaku membantu mengikat rantai tambang ke ban dengan cara ditarik menggunakan mobil truk tangki.
Terlihat kemacetan hampir beberapa ratus meter dari dua arah, baik dari arah Pelaihari ke Tanah Bumbu maupun sebaliknya Tanah bumbu ke Arah Pelaihari.
Sedangkan kendaraan yang belum terjebak macet dari arah Pelaihari ke Tanah Bumbu diarahkan ke jalan Gunung Melati keluar di Desa Gunung Mas Batu Ampar dan arah sebaliknya kendaraan dialihkan ke jalan yang sama.
Kasat Lantas Polres Tanah Laut AKP Supriyatno melalui Bripka Khairin Noor mengatakan saat di lokasi kejadian, kejadian itu terjadi berawal ketika truk trailer dikendarai Muhammad Yasin dengan nomor polisi B 9412 IG mengakut ban, datang dari arah Banjarmasin menuju Tanah Bumbu.
“Sesampainya truk trailer di Gunung Rimpi pas turunan setir mobil terkunci tidak bisa dikendalikan. Sehingga mobil menabrak pohon di pinggir jalan kemudian terbalik dengan posisi miring ,”katanya
Menurutnya, adanya kejadian laka tunggal di Gunung Rimpi untuk sementara arus lalulintas macet. Namun sebagian sudah bisa dialihkan ke arah jalur lain.
Ia menambahkan, truk trailer mengalami rusak di bagian depan dan sebagian body mobil dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Muatan truk trailer dilakukan evakuasi dibantu para sopir, sambil menunggu alat untuk menggeser mobil trailernya,”pungkasnya.
Ahmad, salah satu sopir mengatakan, awalnya tidak mengetahui kalau ada truk trailer terbalik di Gunung Rimpi setelah sampai lokasi banyak mobil berhenti.
Ia bilang, sekitar pukul 04.00 Wita sudah terjebak macet di lokasi tersebut.


