lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Modus Operandi yang dilancarkan seorang menantu di Banjarbaru tengah dirancang sedemikian rupa. Ia melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap mertuanya sendiri.
Pelaku MHJ (38) melancarkan aksinya yakni mempersiapkan perlengkapannya dengan matang. DiaIa berpura – pura sebagai tukang ojek online (ojol) yang mengantarkan pesanan ke rumah korban.
Perlengkapan Ojol seperti helm dan jaket dibeli secara online. Dia juga melakukan pemantauan terkait situasi dan kondisi rumah untuk memastikan waktu beraksi yang tepat.
Kapolres Banjarbaru melalui Kasi Humas AKP Syahruji, Sabtu (5/8) mengatakan
pelaku mengaku dari gojek mengantar makanan pesanan anaknya yang belum membayar.
Karena si korban sedang sakit struk, dia meminta pelaku mengambil uang di dalam dompetnya. “Tapi uangnya tidak ada dan langsung melakukan pencurian dengan kekerasan,” terang
Lalu pelaku membuang dompet yang tidak ada uangnya dan memasukan tangan kirinya ke mulut korban. Sedangkan tangan kanan mendekap di bagian hidung.
Lalu dengan cepat tangan kanannya menarik sebuah gelang emas belitung berkadar 99,9 karat dengan berat 100 gram di tangan kiri korban.
Pelaku juga sempat mencari perhiasan lain di bagian leher, tetapi saat itu korban tidak mengenakan kalung. Korban pun berontak dengan cara menggigit tangan pelaku yang dimasukan ke mulutnya hingga pelaku menarik tanganya dan pergi meninggalkan rumah.
Saat kejadian, pintu bagian depan dan samping rumah dalam keadaan tertutup. Tapi hanya pintu bagian samping yang terkunci. Usai kejadian korban merasa heran karena pelaku seakan mengetahui kondisi rumahnya hingga bisa masuk dengan mudah ke kamar.
Meski demikian korban tak memiliki kecurigaan lebih jauh. Dia hanya tahu si pelaku adalah driver ojol.
Setelahnya pelaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru. Lalu pada Kamis 3 Agustus sekira pukul 01.30 Wita, Unit Resmob Polres Banjarbaru melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Dari hasil penyelidikan, kecurigaan mengarah kepada MHJ. Tak lama kemudian polisi berhasil mengamankan pria itu di rumahnya.
Selain pelaku, tim juga berhasil mengamankan barang bukti yaitu uang hasil penjualan emas sebesar Rp35 juta, termasuk sepeda motor yang digunakan untuk melancarkan aksinya.
“Sepeda motor diletakkan pelaku di rumah mertua dari anaknya di daerah Gunung Sambung dan barang bukti helm gojeknya yang telah dibuang oleh pelaku di tumpukan sampah di Jl. A. Yani Kilometer. 71 Kabupaten Banjar, juga membuang penutup wajah ke Sungai Daerah Tungkaran Kabupaten Banjar, ” tambah Syahruji.
Pelaku mengaku hanya melakukan aksinya sendirian. Dia juga mengaku sempat memukul, mencekik, dan menyekap mulut korban.
Setelah kejadian itu, MHJ melarikan diri ke Probolinggo Jawa Timur dan menjual hasil curiannya di Pasar Maron Probolinggo sebesar Rp70 juta. Sebagian hasil penjualan digunakan untuk biaya hidup di Jawa hingga tersisa Rp 35 juta.
“Motifnya pelaku sakit hati terhadap korban, karena pelaku sering di jelek-jelekan dan juga pernah diusir oleh korban dari rumahnya. Korban juga meminta kepada anaknya agar bercerai dengan pelaku dan kembali kepada mantan suami sebelumnya,” tutup Kasi Humas Polres Banjarbaru itu.


