lenterakalimantan.com, RANTAU – Dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Tapin ke 58, PT Bhumi Rantau Energi (BRE) anak perusahaan Hasnur Group dan Padang Karunia Group melaksanakan bakti sosial donor darah di kantor BRE jalan by pass Rantau, Jumat (24/11/2023).
Bersamaan dengan kegiatan donor darah PT BRE bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lokpaikat juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada seluruh karyawan dan karyawati perusahaan.
Mine support operation manager PT BRE, Joko Bagiono, mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan bersama PMI Tapin dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan petugas kesehatan Puskesmas Lokpaikat.
Serta ditambah dari relawan PMI Tapin bersama petugas UTD RSUD Datu Sanggul Rantau baik pada kegiatan donor darah sekaligus pemeriksaan penyakit tidak menular.
“Kegiatan Jumat berkah ini kita laksanakan dalam rangka HUT kabupaten Tapin. Alhamdulillah banyak karyawan yang ikut berpartisipasi, mudah – mudahan 50 kantong darah yang kita targetkan bisa tercapai,” ucapnya.
Kegiatan bakti sosial donor darah ini telah lama berlangsung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Hingga kerjasama yang sudah lama terjalin, diharapkan terus berlanjut setiap tahunnya.
Terkait kegiatan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM), Joko Bagiono menambahkan, PT.BRE bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Lokpaikat melaksanakan pemeriksaan PTM dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan dan karyawati perusahaan.
Dengan pengecekan ini pihaknya akan melihat kesehatan para karyawannya, jika ditemukan ada indikasi mengidap penyakit menular atau hal – hal lainnya, bisa diambil antisipasi sejak dini.
“Dan melalui kegiatan ini dinas kesehatan juga memberikan sosialisasi terkait bagaimana penanganan preventif bagaimana penyakit – penyakit menular ini bisa diantisipasi lebih awal,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, untuk program kesehatan lainnya PT BRE juga melaksanakan MCU setiap tahun dan medical Cek Up bulanan, sehingga kesehatan karyawan yang berjumlah 330 orang selalu termonitor.
“Serta bagi karyawan kita yang belum mempunyai kekebalan tubuh Hepatitis A dan B, kita juga memberangkatkan 50 orang untuk divaksin dan sebelumnya kita juga sudah melaksanakan Vaksin Covid 19 secara lengkap,” bebernya.
Lanjut Joko, “Dengan adanya kegiatan ini, jika ada karyawan yang menderita penyakit menular sudah bisa kita antisipasi,” tutupnya.


