lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) melaksanakan rapat koordinasi (rakoor) penetapan status keadaan darurat bencana banjir di bumi Iya Mulik Bengkang Turan, di aula Setda setempat, Jumat (19/1/2023).
Rapat dipimpin Pj Sekda Jufriansyah dihadiri Kabag Ops Polres Barut, mewakili Dandim 1013 Muara Teweh, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala SKPD, Kepala Bulog Muara Teweh, Kepala BMKG, Kasat Intel Polres Barito Utara dan Camat se-Barut serta undangan lainnya.
Pj Sekda Jufriansyah mengatakan rakoor yang dilaksanakan ini untuk menetapkan status keadaan darurat bencana banjir di wilayah Kabupaten Barito Utara.
“Sesuai petunjuk dari pimpinan bahwa pada hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi untuk menetapkan status keadaan, posisi dan keadaan darurat bencana banjir di wilayah Kabupaten Barito Utara, karena beberapa hari terakhir ini, banjir di Barito Utara sudah sangat meluas di beberapa kecamatan,” kata Pj Sekda Jupriansyah.
“Untuk itu pada hari ini kita mencoba melaksanakan rapat koordinasi mengambil langkah-langkah apa yang akan kita lakukan dalam mengadapi situasi ini,” imbuhnya.
Menurut Pj Sekda Jupriansyah, informasi terakhir di daerah hulu (Murung Raya) kondisi air sudah surut dan wilayah tersebut sudah menetapkan status tanggap darurat.
“Karena air di sana sudah surut, dan otomatis airnya akan mengalir ke daerah hilir wilayah kita,” ujarnya.
Pj Sekda Jufriansyah menambahkan, informasi terakhir dari pimpinan bahwa melihat situasi dan kondisi berdasarkan laporan dari beberapa pihak termasuk dari BPBD Barut, kondisi air saat ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Setelah menerima saran dan masukan dari berbagai pihak dalam rakoor tersebut sejak hari ini, Jumat, 19 Januari 2024 sampai dengan 1 Februari 2024 Barut ditetapkan status tanggap darurat.
“Mulai hari ini sampai 1 Februari 2024 Pemerintah Kabupaten Barito Utara menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di wilayah Kabupaten Barito Utara,” tandas Pj Sekda Jufriansyah.


