Lenterakalimantan.com, RANTAU – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin, Nordin MS, mengungkapkan ada beberapa kekurangan Kabupaten Tapin dalam mendapatkan piala adipura. Salah satunya prihal terkait masalah drainase, sehingga tahun ini pihaknya hanya meraih sertefikat Adipura.
“Namun Alhamdulillah, walau penilaian cukup sulit kita berhasil mendapatkan sertifikat penghargaan dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang tidak mendapatkan penghargaan,” ujarnya.
Terkait drainase, ia mengakui, saat penilai di Galari Tamasa ada drainase yang tertutup oleh rumput dan tim penilai menganggap itu bukan saluran melainkan shelter yang memang kondisinya tertutup sampah dan tanah.
“Yang pasti kita akan selalu siap untuk penilaian Adipura selanjutnya dan pasti apa yang menjadi kekurangan akan kita benahi,” paparnya.
Tak hanya itu, terkait pengelolaan sampah yang dimana TPA yang sudah hampir penuh, hingga hal itu menurutnya harus ditindak lanjuti, menginggat salah satu penilaian yang cukup tinggi di seputar TPA dan pasar.
“Untuk mengantisipasinya kemungkinan kita akan membuat TPA baru atau pengembangan dari TPA yang ada,” tambah Kadis LH Tapin.
Seperti diketahui bersama, Pemerintah Kabupaten Tapin sebelumnya meraih tropy penghargaan Adipura Kota Kecil yang diserahkan oleh Wakil Menteri KLHK Alue Dohong didampingi Rosa Vivien Ratnawati Ditjen PSLB3 KLHK, di Jakarta.
Adapun piagam penghargaan ini diterima langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Zainal Abidin mewakili PJ Bupati Tapin.


