lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Desa Tanipah salah satu desa yang berada di Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Mayoritas Penduduknya bertani dengan lahan gambut dan pasang surut air sungai.
Sudah dua tahun terakhir didesa tersebut tidak bisa bertani dikarenakan air yang selalu dalam, berawal dari banjir yang merendam lahan pertanian selama 2 bulan lebih serta debit pasang air sungai yang selalu tinggi sehingga selalu merendam lahan pertanian mereka.
Ditahun ini mereka mencoba peruntungan kembali dengan bercocok tanam dikarenakan lahan pertanian mulai surut sehingga cocok untuk Bertani Kembali. Saat ini tumbuh padi sudah mulai besar, kisaran dua bulanan akan memasuki musim panen.
Di saat inilah krisis menimpa para petani, menunggu harapan panen, sementara kehidupan harus terus berjalan, kadang untuk bertahan mereka mencari ikan dipinggiran sawah, ada juga sambil bekerja serabutan dan menjadi buruh tukang ke kota.
Beda halnya dengan nenek Masrah (70) hidup berdua dengan cucunya, yang sudah putus sekolah dengan Pendidikan terakhir SD.
“Mau melanjutkan sudah tidak ada biaya sehingga hanya membantu ulun aja,” kata Nenek Masrah.
Untuk keseharian di usia senja hanya mengharapkan pemberian sang anak orang tua cucu yang bersama nenek, yang merantau keluar kota menjadi tukang bangunan, dengan ketidakpastian mendapatkan kiriman.
Kadang nenek makan cuma sekali sehari, sang cucu biasanya membantu bersih bersih gulma pertanian tetangga, sehingga mendapatkan upah untuk bisa membeli beras.
Alhamdulillah raut bahagia terpancar dari Nenek Masrah dan warga yang lain setelah mendapatkan bingkisan beras bersama daging Superqurban mari kita Doakan semoga Nenek tetap selalu sehat.
Klik : https://linkrz.id/Superqurban1445H


