lenterakalimantan.com, PARINGIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, melakukan persiapan siaga bencana kebakaran lahan dan hutan, sebagai bentuk dan tindakan antisipasi status darurat bencana di 2024, di Bumi Sanggam.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan, Rahmi, saat dikonfirmasi awak media, ia membenarkan bahwa, pihaknya melakukan serangkaian persiapan untuk menghadapi situasi karhutla, dan masalah kekeringan dalam situasi darurat bencana.
“Kemaren, BPBD Balangan melaksanakan rakoor lintas sektor siaga bencana kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Balangan, berlangsung di Aula Benteng Tundakan, Paringin,”ucapnya kepada lenterakalimantan.com, Selasa, (13/8/2024).
Ia menambahkan, terkait rakor yang dilaksanakan, sejumlah elemen juga turut dihadirkan guna membahas atau menyamakan persepsi, sinergitas, untuk menangani karhutla, dan kekeringan, sekaligus ditetapkannya status Siaga Bencana Karhutla 2024, di Kabupaten Balangan.
“Merujuk hasil rakor pada lintas sektor ini, diputuskan bahwa, sejak Senin 12 Agustus 2024, hingga 31 Oktober 2024, Kabupaten Balangan berstatus dalam keadaan darurat bencana karhutla, dan kekeringan,” kata Kalak BPBD Balanfan, Rahmi.
Menurut Kalak BPBD, dalam situasi kedepan, akan disusun langkah strategis pencegahan karhutla serta kekeringan, yakni melalui apel siaga, mendirikan posko, juga sosialisasi kelapangan, untuk memantapkan sinergitas, dan kebersamaan dengan berbagai instansi terkait, dalam upaya menanggulangi karhutla di Balangan.
“Perlu adanya langkah kongkret dan koordinasi yang terencana, terpadu serta berkesinambungan, dimana setiap kejadian karhutla, dan bencana kekeringan, dapat diantisipasi sejak dini, untuk itu mari kita waspada dan berupaya untuk mencegah terjadinya karhutla baik yang disebabkan oleh alam, maupun tangan manusia,” pungkasnya.
Secara terpisah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tuhalus, mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, untuk selalu waspada dan aktif terhadap upaya penanggulangan, termasuk pencegahan.
“Peran aktif masyarakat sangat membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan penanganan kesiapsiagaan terhadap bahaya karhutla, dan juga bencana kekeringan,” ucapnya.


