Wakil rakyat Balangan ini menambahkan, konsumen terkadang melirik produk olahan yang memiliki label atau merek dagang, meskipun produk olahan yang dihasilkan, dari produk rumahan, yang kebanyakannya datang dari Kabupaten tetangga.
“Inilah salah satu faktor kelemahannya, kemudian dari segi pemasarannya juga dirasa kurang, apalagi dari segi manajemen keuangannya, kalau hal ini tidak dikuasai, maka secara otomatis modal para pelaku UMKM akan habis,” jelas Saiful Arif yang dulunya pernah bekerja di salah satu Bank berplat merah.
Ia juga mengatakan, selama ini pemerintah daerah cukup ambil bagian membantu para pelaku UMKM di Kabupaten Balangan, baik dari segi permodalan maupun dari segi peralatan. Meski sudah dibantu dengan modal dan fasilitas yang memadai, tanpa manajemen yang baik, maka secara otomatis para pelaku UMKM masih banyak dihadapkan dengan kesulitan, seperti minimnya pengetahuan pemasaran.
“Minimnya kwalitas SDM kita, juga merupakan faktor utama, untuk itu saya berupaya membantu dan membina pelaku UMKM di Balangan, agar usaha mereka bisa mendatangkan tambahan dan berpeluang menyerap tenaga kerja, meskipun dalam skala home industri, yakni berdaya guna, hasil guna, dan tepat guna,” pungkasnya.


