lenterakalimantan.com, RANTAU – Dalam atmosfer menjelang Pilkada, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Namun, Guru Ibnu Sabit Noor Gazali, pengasuh Pondok Pesantren Ummu Salamah di Rantau, mengingatkan bahwa sebagai sesama Muslim, persaudaraan harus tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari siapa yang didukung.
“Silakan mendukung siapa saja, tetapi jangan sampai perpecahan atau konflik terjadi di antara kita,” ujar Guru Ibnu Sabit Noor Gazali saat berbicara dengan awak media, pada Selasa (13/08/2024) di Kota Rantau.
Ia menegaskan bahwa meski pandangan politik berbeda, semua pihak harus menyadari bahwa kita tetap bersaudara.
Dalam kesempatan tersebut, Guru Ibnu Sabit mengutip ayat Al-Qur’an, “Innamal-mu’minūna ikhwatun fa aṣliḥū baina akhawaikum wattaqullāha la‘allakum tur-ḥamūn” yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Maka damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”
Melalui ayat tersebut, Guru Ibnu Sabit mengingatkan bahwa meskipun pilihan politik dalam Pilkada nanti mungkin berbeda, persaudaraan dan persatuan harus tetap dijaga. “Jangan sampai perbedaan pilihan ini menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan di antara kita,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan persahabatan meskipun berbeda pandangan. Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak terlalu mengidolakan satu pihak hingga melupakan sesama saudara.
“Kita tidak ingin Pilkada dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, penting untuk tetap bijak dalam bersikap,” jelasnya.
Guru Ibnu Sabit berharap, dengan adanya kesadaran bersama ini, Banua tetap damai dan rukun.


