lenterakalumantan.com, PARINGIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox (mpox) yang kini mulai terdeteksi di Indonesia.
Terkait hal ini, Plt Kepala Dinkes Balangan Ahmad Sauki angkat bicara. Ia menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal virus ini, termasuk demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam kulit yang berkembang menjadi lesi.
“Jika ada warga yang mengalami gejala-gejala tersebut, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ahmad Sauki, Rabu (4/9/2024).
Menurut Ahmad Sauki, pihaknya juga telah mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan deteksi dini dan respons cepat untuk memantau perkembangan situasi dan informasi mengenai penyakit ini.
“Selain itu, koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memperkuat surveilans berbasis masyarakat yang didukung oleh tim surveilans Puskesmas di Kabupaten Balangan,” ujar dia.
Sauki menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kasus terduga maupun terkonfirmasi cacar monyet di Kabupaten Balangan, upaya pencegahan ini diharapkan dapat mencegah masuknya virus di wilayah setempat.
Dia menambahkan bahwa, untuk memaksimalkan pencegahan dan kewaspadaan, seluruh jajaran Dinkes kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, diharapkan bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
“Masyarakat perlu mengenali gejala dan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala cacar monyet,” ucapnya, mengutip Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kalsel, Anhar Ihwan.
Peningkatan kewaspadaan ini diharapkan dapat mencegah penyebaran virus cacar monyet di wilayah Kalimantan Selatan, tak terkecuali di Kabupaten Balangan, dengan fokus pada deteksi dini dan respons cepat terhadap kasus-kasus yang muncul.


