lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemkab Balangan terus mendorong setiap desa untuk meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), salah satunya melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jumat (11/10/2024).
Hingga Oktober 2024, sebanyak 118 dari 153 desa di Kabupaten Balangan telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Angka ini meningkat signifikan sejak Juli 2024, di mana sebelumnya hanya tercatat 108 desa yang memiliki BUMDes.
Kepala DP3APPKBPMD Balangan, Ridha Mulyani, mengungkapkan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari berbagai upaya sosialisasi yang dilakukan di seluruh desa di Balangan.
“Peningkatan jumlah BUMDes ini dicapai melalui sosialisasi berkelanjutan yang kami lakukan di seluruh desa. Kami berfokus pada potensi desa sebagai modal utama sebelum pembentukan BUMDes,” ungkap Ridha.
Menurutnya, memahami potensi setiap desa adalah kunci keberhasilan pembentukan BUMDes. Setiap desa memiliki kebutuhan yang berbeda, dan BUMDes harus mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Ia juga menekankan bahwa pengelolaan BUMDes tidak hanya bergantung pada sumber daya alam yang mulai terkikis akibat aktivitas tambang, tetapi juga harus memanfaatkan potensi sosial dan budaya yang ada.
“Sebelum BUMDes terbentuk, setiap desa diwajibkan mengadakan musyawarah untuk memutuskan pengelolaan usaha, menentukan pengurus, dan penyertaan modal yang diperlukan. Hal ini bertujuan agar pembentukan BUMDes benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal,” pungkas Ridha Mulyani.
Sementara itu, Sekretaris DP3APPKBPMD Balangan, yang akrab disapa, Bejo, berharap beberapa BUMDes yang sudah ada dapat meningkatkan statusnya pada tahun mendatang.
Ia juga bangga dengan pencapaian Kabupaten Balangan yang meraih peringkat ketiga dalam penilaian BUMDes tingkat provinsi pada 2024.
“Kami optimis, beberapa BUMDes di Balangan akan meningkat statusnya menjadi BUMDes maju pada tahun 2025,” bebernya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan pengelolaan berbasis potensi lokal, BUMDes di Balangan diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa.


