Adapun komoditas unggulan di kalsel berupa, jagung, jeruk, karet, kelapa sawit, ayam buras, sapi, itik, dan kerbau rawa.
Disampaikan lagi, lahan di Kalsel banyak yang menganggur atau tidak digarap maksimal. Gubernur H Muhidin berwacana, jika ada lahan yang ditelantarkan dalam kurun waktu tertentu, akan diambil alih pemerintah.
Lebih lanjut, Gubernur H Muhidin meminta para penyuluh untuk bekerja di lapangan, membantu masyarakat mengatasi permasalah yang dialami mereka.
Hadir dalam rakor, Kapolda Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan, anggota DPD asal Kalsel Habib Hamid Abdullah, Satgas Pangan Polri Djoko Prihadi, Komandan Korem 101/Antasari, Kolonel Inf Ilham Yunus, Kabinda Kalsel Brigjen Pol Nurullah, Kepala Kejati Kalsel, Rina Virawati, dan forkopimda lain.
Turut bersama rombongan Mentan Amran dalam rakor, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dr Idha Widi Arsanti dan Plt Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Husnain.
Rakor juga dihadiri 1.079 penyuluh se Kalsel, para Kapolres, Babinsa, dan unsur terkait lainnya.
Baca Juga: Tahun Ini Pemprov Kalsel Bakal Kaji Penurunan Angka Kemiskinan dan Kerentanannya
Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung dan mengawasi kegiatan oplah dan cetak sawah rakyat di Kalimantan Selatan oleh Plt Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, kadis pertanian dan ketahanan pangan Kalsel, Kasatgas Pangan, Kajati, Danrem 101/Antasari, Kapolda Kalsel, Kepala BIN, Kepala Balai Wilayah Sungai III, kepala dinas ketahanan pangan tingkat kabupaten/kota, kepala dinas pertanian, dan pihak pelaksana kegiatan.
Sebelum rakor, Mentan Andi Amran melakukan kunjungan ke Desa Maluka, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut.
Sumber: Wasaka/sal/adpim
Editor: Adpim


