lenterakalimantan.com, PARINGIN – Ribuan tenaga honorer di Kabupaten Balangan menghadapi ketidakpastian setelah kebijakan penghapusan tenaga honorer diberlakukan.
Sementara DPRD setempat bersama Pemkab Balangan masih mencari solusi konkret dalam merumuskan hal ini.
Sebanyak 1.013 tenaga honorer terdampak, memicu kekhawatiran di kalangan pekerja dan masyarakat. Menanggapi hal ini, DPRD Balangan baru-baru ini menggelar rapat kerja untuk mencari solusi.
Ketua DPRD Balangan, Lindawati, menegaskan bahwa pihaknya mendesak kejelasan dari pemerintah daerah terkait dampak kebijakan ini, terutama bagi tenaga honorer.
“Banyak tenaga honorer yang mempertanyakan masa depan mereka. Kami ingin mendengar langsung langkah-langkah yang akan diambil pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aturan ini,” ungkapnya, Kamis (6/3/2025).
Menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Balangan, Sufriannor, tenaga honorer di daerah ini dikategorikan menjadi tiga kelompok.
“Honorer yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN), honorer dengan masa kerja lebih dari dua tahun, dan honorer dengan masa kerja kurang dari dua tahun,” ucapnya.
Sementara itu, Plh Sekda Balangan, Rakhmadi Yusni, menjelaskan perhatian utama saat ini tertuju pada tenaga honorer dengan masa kerja di bawah dua tahun.
“Dalam surat edaran sebenarnya tidak ada perintah pemberhentian tenaga honorer. Namun, untuk saat ini, gaji mereka hanya bisa dibayarkan hingga Februari. Untuk bulan berikutnya, kami masih menunggu kepastian dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” jelasnya.
Di tengah ketidakpastian ini, pemerintah daerah mulai mencari alternatif agar tenaga honorer tetap memiliki peluang kerja. Salah satu solusi yang muncul dalam rapat adalah skema penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP).
“Kami sedang mengkaji skema PJLP sebagai opsi agar tenaga honorer yang terdampak tetap bisa bekerja. Kami berkomitmen mencari solusi terbaik dan akan segera menindaklanjutinya,” kata Plh Sekda Balangan, Rakhmadi Yusni.
Meski solusi alternatif mulai dibahas, ribuan tenaga honorer Balangan masih menunggu kepastian, dan berharap nasib mereka bisa terselamatkan.
Editor: Rian


