Sementara Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong kebagian menargetkan jaminan sosial tenaga kerja untuk pekerja informal rentan miskin dan UMKM, sebanyak 8.350 orang di tahap pertama dan sebanyak 8.765 orang di tahap kedua dengan anggaran Rp4,99 miliar di tahun 2025.
Hingga 17 Maret 2025 Disnaker telah menggelontorkan Jamsosnaker sebesar Rp148 juta dan calon penerima bantuan iuran yang masih proses pendataan sebanyak 7.685 orang.
Program Mencetak 15 Ribu Tenaga Terampil melibatkan sejumlah SKPD, antara lain Disnaker, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, DPMD, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong, serta Desa dan Lembaga Pendidikan Keterampilan Jikamaka.
Pada tahun 2025, kolaborasi banyak SKPD ini, menargetkan sebanyak 200 Wira Usaha Baru dan 285 orang peserta pelatihan keterampilan. Sampai dengan 17 Maret 2025, dilaporkan telah dilakukan penjaringan peserta pelatihan tahap pertama berupa pelatihan kerajinan Batik Tabalong, olahan (bumbu serabut kelapa, kayu dan pangan).
Demikian dilaporkan telah dilaksanakan rapat persiapan penjaringan 168 peserta pelatihan yang akan dilaksanakan pada triwulan ketiga dan keempat tahun 2025 berupa pelatihan kue, pengelolaan limbah, menjahit dan tata rias, budidaya ikan, serta hiasan styrofoam.
Program 1.000 Beasiswa Sarjana yang digawangi oleh tiga SKPD di lingkup Pemkab Tabalong, masing-masingnya adalah Disporapar menargetkan sebanyak 100 mahasiswa, Dinas Sosial 100 mahasiswa dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tabalong sebanyak 15 mahasiswa ikatan dinas di tahun 2025.
Disporapar melaporkan implementasi per 17 Maret 2025, sedang dalam penyusunan Perbup tentang Beasiswa dan pelaksanaannya menunggu gelontoran anggaran perubahan sebesar Rp1,425 miliar. Halnya juga dengan Dinsos, menginformasikan pelaksanaan program beasiswa sarjana menunggu pergeseran anggaran pada APBD induk dari Rp370 juta menjadi Rp1,324 miliar.
Sementara BKPSDM Tabalong telah mengimplementasikan program beasiswa sarjana untuk 5 mahasiswa ikatan dinas Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan 5 mahasiswa ikatan dinas pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Terkait program 1.000 Beasiswa, Pemerintah Kabupaten Tabalong telah pula melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
Sementara berkenaan Program 100% Jalan dan Jembatan Mantap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tabalong telah menargetkan capaian hingga 65% pada tahun 2025. Hal itu berangkat dari hasil capaian tahun 2024 yang sudah mencapai sebesar 53,61%.
Samapai dengan 17 Maret 2025, Dinas PUPR Tabalong telah mengimplementasikan perbaikan sementara melalui Tim Reaksi Cepat antara lain berupa penanganan Jalan Islamic Center – Guru Danau, menutup lubang jalan di Padang Panjang dan Pulau Kuu, penanganan longsor di Desa Bangkiling, pembersihan saluran sekitar Masjid Ash Shiratal Mustaqim, perbaikan jembatan ulin Kalingai dan Rungun, perbaikan jembatan ulin Bina Desa Bintang Ara, perbaikan jembatan gantung Kupang Nunding dan box culvert di Desa Takulat.
Program Penyaluran Kredit Tabalong Smart Bunga 0% diampu oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tabalong bersama Bank Perkreditan Rakyat, menargetkan penyaluran dana yang tersedia sebesar Rp1,718 miliar pada tahun 2025. Per 17 Maret 2025 telah terlayani 36 nasabah dengan total kredit yang tersalur sebesar Rp108 juta. Dana tersisa Rp1,61 miliar.
Selain ditargetkan juga subsidi provisi sebesar Rp20,5 juta dengan implementasi per 17 Maret 2025, total pendapatan provisi Rp5,4 juta. Subsidi provisi tersisa Rp15,1 juta.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Dishub Tabalong Sediakan Mudik Gratis 2025
Menyertai 7 program prioritas kepala daerah, terdapat program yang dinamakan Bela Tani (Beli Beras dari Petani). Program ini melibatkan sebanyak 28 SKPD 12 Kecamatan di Kabupaten Tabalong. Target tahun 2025 seluruh ASN pada 40 SKPD.
Per 17 Maret 2025 telah diimplementasikan pada BPKAD dengan 34 orang ASN, jumlah zakat profesi sebesar Rp6,8 juta dan jumlah beras tersalurkan sebanyak 400 kilogram.
Editor : Rian


