lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin bersama Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Selatan menggelar razia di kamar hunian warga binaan, Selasa (8/7/2025).
Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kalapas Batulicin, Arifin Akhmad, dan diikuti oleh Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Batulicin, Indra Gunawan, beserta para pejabat struktural serta seluruh pegawai Lapas dan Bapas Batulicin.
Kegiatan ini turut diawasi langsung oleh Tim Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Kalsel yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Sugito. Pelaksanaan juga didukung oleh personel dari Polres Tanah Bumbu dan Kodim 1022/Tanah Bumbu sebagai bentuk sinergi antara Lapas dan aparat penegak hukum (APH).
Sebelum penggeledahan dimulai, Kalapas Batulicin Arifin Akhmad menekankan pentingnya profesionalitas dan pendekatan humanis petugas terhadap warga binaan.
“Razia dilakukan secara menyeluruh, dimulai dengan mengeluarkan para WBP dari kamar dan blok hunian guna memastikan proses penggeledahan berjalan efektif dan transparan,” jelasnya.
Dari hasil razia, tidak ditemukan narkotika. Namun, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang di dalam kamar hunian, seperti tiga alat cukur kumis, empat botol parfum berbahan kaca, sepuluh buah paku, satu kawat tembaga, dua tongkat kayu, tujuh belas korek api gas, dan barang lainnya.
Selain razia, juga dilakukan tes urine kepada sejumlah petugas dan warga binaan. Hasilnya, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif.
Kalapas Batulicin, Arifin Akhmad, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen pihaknya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
“Lapas Batulicin terus berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban dengan memastikan tidak adanya handphone, pungli, narkoba, maupun barang terlarang lainnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Batulicin kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, serta mendukung proses pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.
Editor: Muhammad Tamyiz


