lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, suasana semarak mulai terasa di berbagai penjuru Kabupaten Tanah Bumbu. Salah satunya terlihat di sepanjang Jalan Transmigrasi Pelajau, Kecamatan Simpang Empat, pada Minggu (27/7/2025), yang dipenuhi pedagang bendera Merah Putih.
Puluhan pedagang musiman terlihat menjajakan aneka bendera dan aksesori kemerdekaan di pinggir jalan. Mulai dari bendera kecil untuk kendaraan hingga bendera besar yang biasa dipasang di depan rumah, semuanya ditata rapi di lapak-lapak sederhana.
Cray Tea, salah satu pedagang asal Bandung, mengaku telah lebih dari 11 tahun berjualan di lokasi tersebut setiap bulan Agustus.
“Saya datang dari Bandung sejak tanggal 17 Juli 2025 dan akan kembali sekitar 16 Agustus nanti. Kurang lebih satu bulan kami berdagang di sini, meninggalkan keluarga untuk mencari rezeki dari penjualan bendera dan aksesori kemerdekaan,” ujar Cray.
Meski saat ini tren belanja daring semakin meningkat, Cray tetap optimistis lapaknya akan tetap diminati. Ia berharap seluruh dagangannya habis terjual sebelum 17 Agustus.
“Sekarang memang banyak orang beli online, tapi tetap ada pembeli yang lebih suka langsung pilih dan beli di tempat. Antusiasme warga terhadap momen kemerdekaan tidak pernah surut,” tambahnya.
Kehadiran para pedagang musiman ini pun disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Selain mempermudah akses pembelian atribut kemerdekaan, kehadiran mereka juga turut menyemarakkan suasana peringatan Hari Ulang Tahun RI.
Helmi Yanoor, warga Simpang Empat, mengaku rutin membeli bendera setiap tahun untuk dipasang di rumah dan kendaraan pribadinya.
“Ini bentuk cinta saya terhadap Indonesia. Sebagai warga negara, saya merasa punya tanggung jawab untuk ikut memeriahkan hari bersejarah ini. Anak-anak saya pun ikut merasakan semangat kemerdekaan,” tuturnya.
Tradisi memasang bendera menjelang 17 Agustus menjadi simbol semangat persatuan dan kebanggaan nasional. Dengan hadirnya para pedagang di titik-titik strategis, masyarakat semakin mudah berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan.
Editor: Muhammad Tamyiz


