lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Siring 0 KM Banjarmasin dalam rangka Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, yang digelar selama tiga hari berturut-turut, 8–10 Agustus 2025.
Festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Provinsi Kalimantan Selatan ke-75, dan menyuguhkan perpaduan budaya, hiburan, dan ekonomi kreatif khas Banua, (9/8/25).
Berbagai kegiatan menarik seperti Festival Jukung Hias, Panggung Seni Budaya, Zumba Massal, Podcast Banua, Kampoeng Bandjar Expo, dan Festival Olahraga Rakyat ,berhasil mencuri perhatian masyarakat dari berbagai usia. Menurut Rima, warga asal Martapura yang datang bersama keluarga, suasana festival benar-benar kental bernuansa budaya Banjar .
“Rasa Banua-nya kuat sekali. Anak-anak bisa lihat jukung hias, kami juga bisa belanja produk lokal, nonton pertunjukan, semuanya lengkap!,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Andi, mahasiswa asal Hulu Sungai Selatan yang datang bersama teman-temannya.
“Saya paling suka bagian Podcast Banua dan stand-stand UMKM dari kabupaten lain. Banyak produk lokal yang unik. Kita jadi tahu potensi daerah lain di Kalsel juga besar,” katanya.
Tak hanya pengunjung lokal, wisatawan dari luar daerah juga terlihat menikmati festival ini. Wahyuni, wisatawan asal Medan yang sedang berlibur di Banjarmasin, mengaku terkesan dengan kemeriahan dan keunikan festival.
“Pasar terapung-nya khas banget. Saya belum pernah lihat festival seperti ini di daerah lain. Warganya ramah, suasananya hidup, dan makanannya enak-enak,” katanya
Tenant-tenant dari berbagai kabupaten dan kota turut memeriahkan area Kampoeng Bandjar Expo dengan menampilkan kuliner khas, kerajinan tangan, hingga pertunjukan budaya mini dari masing-masing daerah. Suasana festival semakin semarak di malam hari dengan pertunjukan seni budaya di panggung utama, mulai dari tarian tradisional hingga pertunjukan musik modern Banua.
Festival ini menjadi bukti nyata bahwa perpaduan budaya, komunitas, dan pemerintah bisa menciptakan ruang publik yang hidup, inklusif, dan berkesan.
Harapannya, event seperti ini bisa terus menjadi bagian dari kalender wisata tahunan Kalimantan Selatan, serta menjadi ikon budaya yang semakin mendunia.
Editor : Dad


