lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang bijak agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, kekuatan ekonomi Kaltim selama ini masih bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam tak terbarukan seperti minyak, gas, dan batu bara. Bahkan, sekitar 60 persen produksi batu bara nasional berasal dari Kaltim.
Namun, Gubernur Harum mengingatkan agar praktik pertambangan harus dilakukan sesuai aturan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.
“Kalau ada tambang, maka harus ada kemajuan. Yang jadi persoalan itu, kalau kemajuannya tidak ada, tapi kerusakan di mana-mana,” tegasnya.
Pria yang menamatkan pendidikan S1, S2, dan S3 di Kaltim ini menyadari bahwa sebesar apa pun hasil dari eksploitasi pertambangan tidak akan mampu menebus kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. “Orientasi saya jelas, sumber daya alam dan lingkungan harus berjalan seimbang,” ujar Harum saat menerima audiensi Badan Bank Tanah di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (1/10/2025).
Ia menekankan agar bisnis pertambangan tidak hanya meninggalkan lubang dan kerusakan, tetapi juga harus membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Perusahaan tambang seharusnya berkontribusi lebih luas, misalnya dalam pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, hingga pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Sebagai contoh, sejumlah perusahaan seperti PT Indominco Mandiri di Bontang, PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, dan PT Berau Coal di Berau telah berperan aktif dalam penyediaan air baku melalui pemanfaatan void tambang serta berbagai program sosial di bidang pendidikan, pertanian, dan kesejahteraan.
“Dukungan positif seperti inilah yang kita harapkan dari setiap pelaku industri tambang di Kaltim,” pungkas Gubernur Harum.


