lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas, Usis I Sangkai, memimpin Rapat Pembahasan Masalah Retribusi Sampah di Aula Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kapuas, Senin (10/11/2025). Rapat ini dihadiri Kepala DLHK Karolinae, perwakilan perangkat daerah, dan pelaku usaha.
Dalam arahannya, Usis menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan pajak daerah. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah integrasi pembayaran retribusi sampah dengan tagihan PDAM, untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan transparan.
“Rencana kita adalah meningkatkan PAD. Retribusi sampah bisa dibayarkan melalui PDAM, sehingga lebih mudah dan tertata,” ujar Usis.
Sekda menekankan bahwa pengelolaan sampah sejalan dengan semangat Kapuas Bersinar (Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman, dan Religius), serta pentingnya kebersihan dan keindahan kota sebagai wajah Kabupaten Kapuas. Ia juga mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha.
“Kapuas tidak bisa dibangun hanya oleh satu atau dua pihak. Dunia usaha harus berperan aktif, karena dari situ pembangunan daerah dapat didorong,” tegas Usis. Ia mencontohkan sistem di daerah lain, di mana usaha besar seperti restoran dan minimarket langsung menyetor kontribusi ke kas daerah melalui sistem digital.
Sementara itu, Kepala DLHK Kabupaten Kapuas, Karolinae, menjelaskan rapat ini merupakan tindak lanjut Perda Kabupaten Kapuas Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Ia menekankan masih ada pelaku usaha, khususnya minimarket, yang belum membayar retribusi sampah sebesar Rp50.000 per bulan sesuai aturan.
“Kami telah menyampaikan surat sejak 12 Juni 2025 kepada instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan pelaku usaha. Petugas kami juga sudah turun langsung, namun masih ada yang menunda pembayaran dengan alasan menunggu arahan pimpinan,” kata Karolinae.
Di akhir rapat, Sekda mengajak seluruh pihak mendukung kebijakan retribusi sampah demi terwujudnya Kabupaten Kapuas yang bersih, tertata, dan mandiri.
Editor : Tim Redaksi


