lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperketat pengawasan terhadap penggunaan bantuan keuangan (bankeu) di kabupaten dan kota. Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan akan turun langsung ke daerah untuk memastikan anggaran yang digelontorkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Gubernur Harum menyebutkan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan bankeu provinsi.
“Saya akan kembali ke kabupaten dan kota untuk melihat hasil dari pelaksanaan bankeu,” ujarnya di Kantor Gubernur Kaltim, awal pekan ini.
Ia menekankan bahwa setiap rupiah yang disalurkan pemerintah harus memberikan dampak positif dan tidak boleh digunakan untuk program yang tidak relevan atau minim manfaat.
“Kita akan lihat, ada gunanya atau tidak bankeu yang telah diberikan. Kalau tidak ada gunanya, bisa kita pertimbangkan untuk program lain yang lebih bermanfaat untuk rakyat,” tegasnya.
Bankeu provinsi disalurkan dalam bentuk spesifik dan nonsesifik. Pada tahun 2024, total anggaran yang diberikan mencapai Rp1,8 triliun, dan pada 2025 meningkat menjadi Rp2,05 triliun.
Evaluasi ini diharapkan memastikan seluruh dana tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kabupaten dan kota.


