lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Desa Jorong kini memiliki pemimpin baru usai Ahmad Anas secara resmi dilantik sebagai Kepala Desa (Kades) Antar Waktu, Sabtu (14/02/2026).
Pelantikan ini menandai babak baru bagi Desa Jorong untuk menyelesaikan masa bakti 2026-2031, mengisi kekosongan jabatan pasca berpulangnya almarhum Adad Imberadi pada 2024 silam.
Kemenangan Anas dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) terbilang solid. Ia berhasil mengamankan 492 suara dari total 1.380 Daftar Pemilih Tetap (DPT), menyisihkan dua rival lainnya dalam persaingan yang demokratis.
Sesaat setelah pengambilan sumpah jabatan, Anas langsung memaparkan rencana strategisnya. Ia tidak ingin membuang waktu.
Target 100 hari kerja pertama akan difokuskan pada penguatan internal pemerintahan desa. Baginya, pelayanan publik yang prima berawal dari kedisiplinan aparatur desa.
”Kami akan menindaklanjuti sesuai janji kami dengan masyarakat. Untuk mewujudkan pergerakan pembangunan ekonomi, kami titik beratkan pada pendisiplinan perangkat desa dan seluruh jajarannya,” tegas Anas.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kedisiplinan perangkat desa dianggap sebagai mesin penggerak utama dalam merealisasikan program-program kesejahteraan yang telah direncanakan.
Visi Anas tidak berhenti pada urusan administratif. Ia berambisi menjadikan Desa Jorong sebagai pusat ekonomi yang mandiri melalui diversifikasi unit usaha pada BUMDes serta penguatan Koperasi Merah Putih. Sektor perikanan, perkebunan, dan pertanian akan menjadi ujung tombak pemberdayaan UMKM lokal.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Anas memberikan atensi khusus pada aspek sosial. Ia ingin memastikan bahwa kelompok rentan di desanya mendapatkan hak dan perhatian yang layak.
Menjawab keresahan publik mengenai pengelolaan dana desa, Anas berkomitmen menerapkan standar transparansi yang tinggi. Dirinya berjanji akan membedah arus kas desa agar masyarakat mengetahui dari mana anggaran berasal dan untuk apa dana tersebut digunakan.
”Itu masuk dalam salah satu visi dan misi kami. Kami akan melakukan sistem transparansi. Jadi, kami akan membuka baik itu sumber-sumber pendapatan maupun penggunaannya ke mana,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tanah Laut, Mohammad Syahid, menekankan bahwa pelantikan ini adalah momen krusial demi menjaga stabilitas pemerintahan tingkat desa. Desa Jorong menjadi pembuka dari rangkaian pengisian jabatan kades yang kosong di wilayah tersebut.
“Tahun ini masih ada tiga desa lain yang akan segera menyusul menggelar Pilkades PAW, yaitu Desa Swarangan, Salaman, dan Damit. Saat ini, ketiga desa tersebut masih dikelola oleh Penjabat (Pj) dari unsur ASN,” ungkap Syahid
Editor: Rizki


