lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah penanggulangan penyakit menular Tuberkulosis (TBC). Mengingat penularannya yang sangat cepat melalui percikan batuk atau bersin, masyarakat diminta untuk tetap waspada.
Plt. Kepala Dinkes Tabalong melalui Kabid Penanggulangan Penyakit, dr. Rapolo Manik, mengatakan bahwa TBC dapat disembuhkan selama pasien menjalani pengobatan secara rutin.
“TBC ini dapat disembuhkan dan pengobatannya gratis,” tegasnya, Selasa (10/2/2026).
Sebagai langkah deteksi dini, Dinkes Tabalong tahun ini menambah tiga unit alat skrining genetik, sehingga total kini tersedia lima alat deteksi. Selain itu, pengadaan rontgen portabel juga dilakukan untuk mempercepat proses diagnosis.
Menurut dr. Rapolo, risiko penularan sangat bergantung pada status gizi dan imunitas. Kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi kurang gizi, dan lansia dengan pola hidup tidak sehat menjadi prioritas pengawasan.
Berdasarkan data 2025, dari 2.400 orang terduga suspek di Kabupaten Tabalong, ada sebanyak 702 orang yang dinyatakan positif TBC.
Editor: Rizki


