lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Penyerahan hadiah “Gebyar Panutan Pajak 2025″ di Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Pelaihari, Rabu (18/2/2026), menjadi momentum penguatan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam melunasi pajak kendaraan dinas demi mengoptimalkan pendapatan daerah.
Kepala UPPD Pelaihari, Ermina Zaidah, mengungkapkan data terkait realisasi pendapatan sepanjang tahun anggaran 2025. Sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencatatkan angka Rp38,51 miliar atau setara dengan 102,23% dari target.
Lonjakan signifikan juga terjadi pada sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menembus angka Rp27,34 miliar (118,01%), serta Pajak Air Permukaan yang terealisasi sebesar Rp4,89 miliar, melampaui target awal di angka Rp4,03 miliar (113,74%).
Program ini mencatatkan sejarah sebagai inovasi pertama di level provinsi. Berlangsung sepanjang tahun 2025, program ini merupakan buah sinergi antara Pemprov Kalsel dan Pemkab Tanah Laut untuk mengapresiasi wajib pajak yang loyal.
Lebih lanjut, ia memaparkan kriteria pemenang bahwa hadiah tersebut diberikan khusus bagi wajib pajak yang menunjukkan kepatuhan tinggi melalui pembayaran tepat waktu tanpa tunggakan selama tiga tahun berturut-turut.
“Untuk wajib pajak yang tidak menunggak selama tiga tahun berturut-turut, nanti akan mendapatkan undian dalam Gebyar Panutan Pajak ini,” jelas Ermina
Keberhasilan ini mendorong rencana keberlanjutan program pada tahun 2026 dengan volume hadiah yang lebih besar guna menjaga motivasi masyarakat dalam berkontribusi bagi daerah.
Apresiasi juga datang dari pihak kepolisian. AKP Kukuh Supriandoko dari Ditlantas Polda Kalsel, menegaskan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih disiplin membayar pajak demi mendukung kelancaran pembangunan daerah.
“Dengan adanya program ini, masyarakat bisa semakin aktif dan disiplin dalam membayar pajak agar pembangunan daerah semakin baik,” ujar Kukuh.
Kehadiran UPPD Pelaihari sebagai unit kerja di bawah Pemprov Kalsel membuktikan bahwa transparansi dan inovasi layanan mampu menjadi motor penggerak pembangunan yang nyata di wilayah Tanah Laut.
Editor: Rizki


