lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin menghentikan penanganan kasus ambruknya pagar Kantor Instalasi Farmasi pada Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin karena dinilai tidak memenuhi unsur alat bukti yang cukup.
Kepala Kejari Banjarmasin, Eko Riendra Wiranto, menyampaikan keputusan tersebut di sela pelantikan tiga kepala seksi (Kasi), Kamis (12/2/2026).
“Memang kasus itu kita hentikan karena tidak memenuhi alat bukti. Bukti yang kami miliki belum mencukupi,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, penghentian perkara dilakukan demi kepastian hukum setelah dilakukan penelaahan dokumen dan pemaparan alat bukti yang diperoleh selama proses penyelidikan.
“Dari hasil dokumen dan pemaparan alat bukti yang kami dapatkan memang belum mencukupi. Namun, tidak menutup kemungkinan perkara ini dibuka kembali apabila ditemukan informasi atau bukti baru,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Eko juga melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga pejabat baru di lingkungan Kejari Banjarmasin. H. Ardian Junaedi resmi menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) menggantikan Dimas Purnama Putra. Mirzanto Erdinanda, SH, MH dilantik sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) menggantikan Ari Ukkas. Sementara itu, Gunawan Hari Prasetya menjabat Kepala Subbagian Pembinaan (Kasubagbin) menggantikan Hendri.
Pergantian tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi sekaligus tindak lanjut keputusan pimpinan Kejaksaan Agung.
Eko menegaskan, rotasi jabatan bukan disebabkan oleh kinerja pejabat sebelumnya, melainkan bagian dari dinamika organisasi.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan menjaga soliditas serta kerja sama antarbidang di lingkungan Kejari Banjarmasin.
“Kejaksaan bukan milik siapa-siapa, tetapi milik kita semua yang ada di sini. Kami berharap tim yang baru bisa kompak seperti sebelumnya dan melanjutkan program-program yang sudah berjalan, termasuk pengelolaan anggaran,” ujarnya.
Menurut Eko, setiap program atau pekerjaan yang belum tuntas harus diselesaikan secara bertahap melalui kerja sama yang solid agar kinerja institusi tetap optimal.
Editor : Tim Redaksi












