lenterakalimantan.com, JAKARTA – Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, melakukan langkah strategis dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dengan menyambangi Kementerian Sosial RI, Kamis (5/2/2026).
Audiensi ini fokus membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabalong sebagai instrumen pemutus mata rantai kemiskinan ekstrem.
Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi oleh Ketua dan Komisi I DPRD Tabalong, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Tabalong, serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan. Rombongan disambut langsung oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, beserta jajaran.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa seluruh program Kemensos berpijak pada amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945.
Ia menjelaskan bahwa penanganan fakir miskin harus dilakukan secara terpadu melalui tiga pilar utama, yakni perlindungan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan sosial.
”Penyelenggaraan rehabilitasi sosial yang menjadi mandat strategis Presiden saat ini diwujudkan melalui Program Sekolah Rakyat. Ini adalah bentuk kehadiran negara bagi warga yang memiliki kriteria masalah sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyambut baik arahan tersebut. Ia memaparkan bahwa visi Kemensos sangat sinkron dengan Program Prioritas SMaRT yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tabalong, terutama dalam memastikan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
”Alhamdulillah, apa yang disampaikan Bapak Menteri sangat sejalan dengan program kami. Kami sudah menyalurkan beasiswa SD-SMP untuk keluarga kurang mampu serta program 1.000 Beasiswa Sarjana. Arah kebijakan Tabalong sudah selaras dan saling menguatkan dengan Kementerian Sosial,” ujarnyam
Dirinya juga mendorong agar pembangunan Sekolah Rakyat di Tabalong dapat segera direalisasikan pada tahun 2026.
Apalagi, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di lokasi strategis pusat kota untuk mendukung aksesibilitas program tersebut.
Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Tabalong, Syam’ani, menekankan bahwa pendidikan adalah kunci utama penyelesaian masalah sosial.
Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan kepala keluarga merupakan faktor mendasar penyebab kemiskinan di daerah.
”Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk dari komunitas adat terpencil, akan memperoleh akses pendidikan berkualitas. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan berkelanjutan di Tabalong,” pungkasnya.
Editor: Rizki


