lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan yang marak terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri, khususnya melalui media sosial dan platform digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini turut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan.
Tidak hanya secara konvensional, tetapi juga menggunakan teknologi yang semakin canggih, sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima informasi atau tawaran melalui media sosial maupun aplikasi pesan.
“Sekarang ini penipuan luar biasa lewat media sosial, apakah yang manual konvensional bahkan menggunakan AI pun. Nah, jadi ini sudah luar biasa sekarang,” ujar Junaidi, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa momen menjelang Lebaran sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan karena meningkatnya aktivitas masyarakat, mulai dari transaksi daring, pengiriman uang, hingga kegiatan sosial seperti berbagi bantuan atau sedekah.
Kondisi tersebut, kata dia, membuka peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi demi melancarkan aksi penipuan dengan berbagai modus, seperti pesan palsu, permintaan transfer uang, hingga penawaran yang tidak jelas kebenarannya.
“Termasuk penipuan lewat online tadi. Ini luar biasa juga, kenapa? Semuanya mengambil momen untuk pulang kampung juga, kemungkinan. Mungkin juga semuanya mengambil momen orang banyak bersedekah, orang banyak berbuat, harapannya memudahkan penipuan itu seperti itu,” katanya.
Oleh karena itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng ini mengimbau masyarakat agar lebih teliti sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran yang mencurigakan serta selalu memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan transaksi.
Menurutnya, kewaspadaan menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya penipuan, terutama pada periode menjelang hari besar keagamaan ketika aktivitas digital meningkat.
“Jadi kita meminta kepada seluruh warga kita, tolong berhati-hati baik lewat media sosial termasuk nanti meninggalkan rumah masing-masing seperti itu,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, sehingga dapat terhindar dari berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin berkembang.
Editor: Rizki


