lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU — Suasana haru bercampur kebahagiaan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin saat ratusan warga binaan melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah secara berjamaah, Sabtu (21/3/2026).
Kegiatan yang digelar di lapangan utama lapas tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna. Momen ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi para warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan.
Sejak pagi hari, para warga binaan tampak antusias mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki. Mereka berbondong-bondong menuju lokasi salat, memenuhi lapangan dengan suasana kebersamaan yang hangat. Lantunan takbir menggema di seluruh area lapas, menghadirkan nuansa religius sekaligus mengobati kerinduan akan keluarga di hari kemenangan.
Pelaksanaan Salat Idul Fitri dipimpin oleh Ustadz Mahmud dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu. Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya saling memaafkan dan menjaga silaturahmi.
“Ketika kita dengan tulus menabur maaf, sejatinya kita sedang menanam benih cinta yang mempererat ukhuwah. Silaturahmi yang dijaga dengan ikhlas akan membawa keberkahan, kedamaian, dan rahmat dari Allah SWT,” ujarnya di hadapan jamaah.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk, merenungi pesan yang disampaikan sebagai bekal untuk memperbaiki diri ke depan.
Kepala Lapas Batulicin, Arifin Akhmad, mengajak warga binaan menjadikan Idul Fitri sebagai titik balik dalam kehidupan.
“Momentum Idul Fitri ini hendaknya menjadi awal perubahan untuk terus memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik serta penuh semangat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan, guna menciptakan suasana yang harmonis sekaligus mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.
Sebagai bentuk apresiasi, Lapas Batulicin juga memberikan piagam penghargaan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu atas kerja sama dalam pembinaan rohani Islam.
Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal. Suasana hangat tampak saat petugas dan warga binaan saling bersalaman, mempererat kebersamaan serta saling memaafkan di hari yang fitri.
Perayaan Idul Fitri di Lapas Batulicin ini menjadi bukti bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh sisi mental dan spiritual sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Editor: Muhammad Tamyiz


