lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Ambruknya plafon ruang kepala sekolah di SDN Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Insiden yang terjadi pada 31 Maret lalu mendorong anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, turun langsung meninjau lokasi didampingi sang istri pada Kamis (9/4/2026).
Kedatangan legislator tersebut disambut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 9 Telaga Biru, Fitroliana, bersama Lurah Telaga Biru, Enny Agustini.
Fitroliana menjelaskan, peristiwa ambruknya plafon terjadi pada pagi hari dan bersyukur tidak menimbulkan korban jiwa. Pihak sekolah segera melaporkan kejadian itu kepada Dinas Pendidikan setempat.
“Sekitar pukul 10.00 WITA kami melapor, dan langsung ditindaklanjuti. Keesokan harinya kontraktor mulai melakukan perbaikan karena masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.
Meski plafon telah diperbaiki dan ruang kembali digunakan, pihak sekolah masih mengkhawatirkan kondisi bangunan lainnya, terutama lantai yang mulai mengalami kemiringan.
“Kondisi lantai yang miring cukup mengkhawatirkan dan menimbulkan rasa was-was jika terus digunakan. Kami berharap ada perbaikan lanjutan,” kata Fitroliana.
Selain itu, ia juga menyoroti sisa material bongkaran yang belum sepenuhnya dibersihkan dan dinilai berpotensi membahayakan siswa.
“Kami berharap ada penanganan segera, terutama pengamanan material sisa seperti paku. Selain itu, kami juga membutuhkan perbaikan pagar, lantai, dan fasilitas WC guru,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Telaga Biru, Enny Agustini, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan sekolah tersebut sebenarnya telah beberapa kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum terealisasi.
“Perbaikan SDN 9 Telaga Biru sudah menjadi prioritas usulan kami, tetapi belum terakomodasi. Kami berharap kunjungan ini dapat mempercepat tindak lanjut,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan pagar sekolah guna menunjang keamanan serta mendukung program lingkungan sekolah berbasis Adiwiyata.
Di sisi lain, Saut Nathan Samosir menilai perbaikan yang dilakukan sejauh ini belum menyentuh persoalan utama, yakni struktur bangunan.
“Jika lantai sudah miring, berarti ada masalah pada konstruksi dasar. Ini harus menjadi perhatian serius, karena perbaikan plafon saja tidak cukup menjamin keamanan,” tegasnya.
Editor: Tim Redaksi


