lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Partai Demokrat Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mempersiapkan langkah strategis menghadapi Pemilihan Umum 2029. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penerapan sistem berbasis data bernama “Langit Biru”, yang akan digunakan untuk memetakan potensi elektoral serta menjaring calon legislatif yang dinilai memiliki peluang besar meraih dukungan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel, Rully Rozano, usai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Kalsel di salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (30/5/2026) malam.
Menurut Rully, Demokrat tengah bertransformasi menjadi partai yang mengedepankan pengelolaan data dalam menyusun strategi politik maupun proses rekrutmen kader.
“Demokrat sekarang bergerak sebagai partai modern yang memanfaatkan sistem berbasis database. Kami memiliki sistem bernama Langit Biru yang digunakan untuk mengukur potensi dukungan terhadap calon-calon yang akan maju dalam kontestasi politik,” bebernya.
Ia juga menjelaskan, sistem tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menentukan figur yang dinilai memiliki peluang kompetitif pada Pemilu 2029. Selain itu, Langit Biru juga dirancang sebagai sarana yang terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi membesarkan Partai Demokrat.
“Siapa saja yang ingin bergabung dan membangun Demokrat bersama-sama tentu kami terbuka,” tuturnya.
Penerapan sistem tersebut juga menjadi bagian dari upaya memenuhi target politik yang diberikan Dewan Pimpinan Pusat Demokrat kepada kepengurusan di Kalsel. Rully mengungkapkan, partainya menargetkan perolehan dua kursi DPR RI dari Kalsel, delapan kursi DPRD Provinsi Kalsel, serta peningkatan jumlah kursi DPRD kabupaten/kota menjadi 48 kursi.
Saat ini Demokrat memiliki tiga kursi di DPRD Provinsi Kalsel dan 28 kursi di DPRD kabupaten/kota.
“Target yang diberikan kepada kami adalah minimal dua kursi DPR RI, delapan kursi di tingkat provinsi, dan 48 kursi di kabupaten/kota,” ungkapnya.
Meski mengakui target tersebut cukup menantang, Rully optimistis Demokrat memiliki peluang untuk kembali meningkatkan perolehan suara. Ia menilai partainya memiliki pengalaman dan modal sejarah yang dapat menjadi pijakan untuk menghadapi kontestasi mendatang.
Pada Pemilu 2009, Demokrat tercatat meraih hasil signifikan di Kalimantan Selatan dengan memperoleh dua kursi DPR RI dan sembilan kursi DPRD Provinsi. Saat itu, Demokrat mengirimkan Taufiq Effendi dari Daerah Pemilihan Kalsel I dan Asfihani dari Daerah Pemilihan Kalsel II ke Senayan.
“Ini memang bukan pekerjaan yang mudah karena partai-partai lain juga terus bergerak. Namun kami optimistis karena Demokrat pernah menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kalimantan Selatan,” ujar Rully.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan Musda V Demokrat Kalsel tidak hanya berfokus pada pemilihan ketua DPD. Menurutnya, agenda tersebut merupakan bagian dari konsolidasi partai untuk menyongsong Pemilu 2029.
“Musda ini bukan sekadar memilih pimpinan daerah, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun kekuatan dan menyiapkan kemenangan pada Pemilu 2029,” katanya.
Herman menambahkan, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, telah memberikan tiga arahan utama kepada seluruh kader, yakni memperkuat soliditas organisasi, membangun kekuatan politik, dan bekerja untuk meraih kemenangan pada pemilu mendatang.
Melalui penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput serta pemanfaatan teknologi berbasis data melalui sistem Langit Biru, Demokrat Kalimantan Selatan berharap mampu meningkatkan perolehan kursi dan kembali menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan pada Pemilu 2029.
Editor: Tim Redaksi


