lenterakalimantan.com, JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin memperkuat langkah untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Salah satu target yang disiapkan yakni memfasilitasi 500 sertifikat halal dan 500 pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM.
Upaya tersebut dibahas Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR saat melakukan audiensi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Yamin diterima Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza, didampingi Sekretaris Kementerian UMKM RI Loto Srinaita Ginting serta jajaran deputi.
Yamin mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, legalitas, standardisasi hingga akses pasar.
“UMKM tidak cukup hanya diberikan modal. Mereka juga perlu didukung dari sisi kualitas produk, peralatan produksi, legalitas, standardisasi, sampai akses pasar. Dengan begitu, usaha yang dibangun bisa benar-benar naik kelas,” ujar Yamin.
Karena itu, Pemkot Banjarmasin mengusulkan dukungan pemerintah pusat berupa fasilitasi peralatan dan mesin produksi serta sarana usaha. Dukungan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, kualitas dan daya saing produk UMKM lokal.
Selain aspek produksi, audiensi juga membahas penguatan hilirisasi produk unggulan daerah. Pemkot Banjarmasin ingin produk UMKM tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi mampu masuk ke rantai pasok dan pasar yang lebih luas.
Penguatan tersebut juga mencakup legalitas dan standardisasi usaha. Pemkot mengusulkan fasilitasi sertifikasi halal melalui skema self declare, pendaftaran dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), peningkatan literasi keuangan, akses pembiayaan KUR, pemasaran serta pemanfaatan platform digital.
Pemkot Banjarmasin juga mendorong optimalisasi SAPA UMKM, platform Kementerian UMKM yang mengintegrasikan informasi dan layanan pemberdayaan bagi pelaku usaha. Pemanfaatan platform tersebut diharapkan dapat mempermudah pelaku UMKM mengakses berbagai program pemerintah sesuai kebutuhan dan tingkat kesiapan usaha.
Menurut Yamin, persoalan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan modal. Legalitas, sertifikasi, kualitas produk, pemasaran dan kemampuan mengakses pembiayaan juga menjadi faktor penting agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Yang kita dorong adalah bagaimana UMKM tidak hanya bertahan, tetapi bisa berkembang, meningkatkan kapasitas produksi, memiliki standar yang baik dan mampu memperluas pasar,” katanya.
Sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama, Pemkot Banjarmasin merencanakan pelaksanaan Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra) yang akan disinergikan dengan momentum penutupan Bakul Fest.
Kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan Kopdar bersama Dewi Harlas untuk mempertemukan pelaku UMKM potensial sekaligus memperkuat jejaring usaha yang berpeluang menembus pasar ekspor.
Melalui rangkaian program tersebut, Pemkot Banjarmasin membidik 500 sertifikat halal dan 500 pembiayaan KUR, disertai kemudahan perizinan dan sertifikasi lainnya bagi pelaku UMKM.
Yamin berharap target tersebut tidak sekadar menghasilkan angka sertifikat maupun pembiayaan, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan mutu, kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran dan membangun usaha yang lebih berkelanjutan.
“Harapannya, UMKM Banjarmasin semakin kuat, naik kelas dan mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki peluang untuk masuk pasar ekspor,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


