lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong tengah mematangkan kesiapan dan teknis pelaksanaan program seragam gratis bagi siswa melalui rapat koordinasi di Pendopo Bersinar, Pembataan, Kamis (8/10/2026).
Rakor kesiapan tersebut digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong dengan menghadirkan para penjahit lokal yang berada di wilayah bagian tengah Tabalong. Kegiatan itu juga dihadiri langsung Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani.
Diketahui, bantuan seragam gratis ini dialokasikan khusus bagi seluruh siswa baru pada jenjang pendidikan PAUD/TK, SD Negeri, dan SMP Negeri.
Adapun jenis bantuan yang akan didistribusikan meliputi seragam nasional serta baju seragam Jumat khusus bagi siswa SD dan SMP.
Baca juga: Momentum 65 Tahun Pramuka, Tabalong Pacu Kontribusi Generasi Muda
Berdasarkan hasil survei harga dan spesifikasi yang telah dilakukan, anggaran untuk satu set seragam PAUD ditetapkan sebesar Rp250 ribu. Seragam tersebut meliputi lambang, peci atau kerudung, dan dasi, dengan menggunakan kain oxford untuk baju dan katun poliester untuk celana.
Untuk jenjang SD, harga satu set seragam ditetapkan sebesar Rp275 ribu yang mencakup lambang, topi, dasi, dan gesper. Bahan yang digunakan adalah kain oxford untuk baju dan american drill untuk celana.
Spesifikasi kelengkapan dan bahan yang sama juga diterapkan untuk seragam SMP, namun dengan alokasi harga sebesar Rp300 ribu.
Sementara itu, baju seragam Jumat untuk jenjang SD ditetapkan seharga Rp125 ribu, sedangkan seragam Jumat SMP Rp140 ribu. Keduanya menggunakan bahan katun poliester yang dilengkapi dengan lambang “Tabalong SMART”.
Program pengadaan seragam ini diproyeksikan menyerap banyak tenaga kerja karena melibatkan ratusan pelaku usaha lokal.
Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp15 miliar disiapkan untuk disalurkan langsung kepada ratusan penjahit lokal tanpa melalui proses lelang kepada perusahaan.
Dalam arahannya, Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani menyampaikan, strategi tersebut dilakukan untuk memberikan multiplier effect atau efek ganda bagi perekonomian daerah sekaligus membantu masyarakat.
“Ini adalah bagian dari upaya kita agar pendapatan para pelaku UMKM, khususnya penjahit lokal, bisa meningkat. Pengadaan seragam gratis ini kita serahkan langsung kepada penjahit lokal, tidak dilelang ke satu perusahaan besar,” ujar Bupati Tabalong.
Ajang Promosi untuk Penjahit Lokal
Selain peningkatan ekonomi, program ini juga dirancang sebagai ajang promosi bagi para penjahit. Ia menjelaskan, para penjahit diperbolehkan memasang label merek (brand) mereka sendiri pada produk yang dihasilkan.
“Kalau mereka menghasilkan produk yang berkualitas, otomatis orang akan langsung memesan ke depannya. Ini cara kita memajukan UMKM agar dikenal luas, baik di seluruh Tabalong maupun di luar daerah,” tambahnya.
Untuk memastikan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian seragam, Pemkab Tabalong tetap melakukan pengawasan. Pengawasan melekat akan dilakukan langsung oleh Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Tabalong.
Bupati juga menginstruksikan seluruh pihak sekolah untuk proaktif mengawal program tersebut. Sekolah diminta berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Pendidikan guna memastikan validitas data siswa penerima, mulai jenjang TK, SD hingga SMP.
“Sekolah harus memastikan datanya valid, misalnya butuh 100 seragam, laporkan datanya dengan benar. Kemudian, sekolah juga harus berkoordinasi dengan penjahit lokal setempat untuk memantau kualitas jahitan, kesesuaian jumlah, dan ketepatan waktu. Jangan sampai terlambat atau kualitasnya tidak sesuai,” tegas Bupati.
Diketahui, Pemkab Tabalong menerapkan syarat ketat guna memastikan program ini benar-benar dinikmati oleh warga lokal. Penjahit yang dilibatkan wajib memiliki KTP Kabupaten Tabalong dan mengantongi Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa atau kelurahan setempat.
Editor: Rizki


