lenterakalimantan.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) mengupayakan Sistem Integrasi Itik di Lahan Rawa dan Kering (SITI HAWA LARI) untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Program ini merupakan program unggulan dalam hal pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten HST dengan mengedepankan prinsip kolaborasi. Program ini juga telah berjalan sejak tahun 2021 lalu.
Kepala Dinas Pertanian HST, Budi Satrya Tanjung pada Minggu (31/3/2024) mengatakan, program ini merupakan kolaborasi antara tanam pertanian dengan peternakan Itik yang mana telah banyak membantu masyarakat untuk hal mengembangkan peternakan.
Menurutnya, beberapa hari lalu perwakilan Bappenas dan Dinas Peternakan provinsi setempat baru saja meninjau terkait penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahap dua ke Kelompok Tani Lok Candiki di Desa Tabudarat Hilir, Kecamatan Labuan Amas Selatan.
Budi mengungkapkan secara umum, tim dari Bappenas dan Pemprov Kalsel menilai SITI HAWA LARI di Kabupaten HST cukup memuaskan baik dari sisi proses dan hasilnya.
“Tim penilai datang meninjau Itik dan kandangnya, serta lingkungannya. Beberapa tempat lain juga di nilai dan akan diakumulasikan se-provinsi,” ujarnya
Selain diikutkan pada program untuk dilombakan, pemerintah daerah juga menggulirkan bantuan rutin setiap tahun sebanyak 49.500 ekor itik diberikan kepada 330 orang atau 150 ekor per orang.
Budi mengatakan, pihaknya memberikan bantuan Itik yang sudah berumur lima bulan, masyarakat cukup menunggu satu bulan lagi maka Itik sudah bisa menghasilkan telur.
“Tentu program ini sebagai salah satu komitmen pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem,” ujar Budi.
Kemudian, setelah bantuan Itik diberikan, pemerintah daerah juga memberikan bantuan pakan sesuai dengan takaran yang dianggarkan kepada peternak setiap.
Bagi Budi, program ini cukup membantu petani karena di samping bisa beternak, hasil penjualan telur juga bisa membantu perekonomian sehari-hari, atau bahkan dijadikan sebagai bibit anakan Itik.


