lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kohati HMI Banjarmasin tidak henti-hentinya menggaungkan perang melawan kekerasan terhadap perempuan. Terbaru, Kohati HMI Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan Women Advocacy Class (Kelas Advokasi Perempuan), Minggu (06/03/2022).
Kegiatan dengan tema “Membangun Kesadaran, Kekritisan dan Responsif Terkait Pelecehan Seksual” menghadirkan pembicara Analis Bidang Perlindungan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yakni Khusnul Khotimah Yuliani, S.IP dan Ketua Pengurus Yayasan Kesadaran Hukum dan Keluarga (YPKHK) Yurliani, SH.
Advokasi perempuan sendiri tidak sama dengan pemahaman advokasi secara umum.
Advokasi perempuan tidak hanya memperhatikan prinsip-prinsip dasar secara umum, namun juga perlu memahami prinsip-prinsip yang lebih spesifik terkait dengan persoalan yang dialami oleh perempuan.
Rida, Ketua Umum Kohati HMI Cabang Banjarmasin mengatakan bahwa Pada Women Advocacy Class (Kelas Advokasi Perempuan) ini mengarah lebih spesifik kepada kasus kekerasan perempuan.
Salah satunya adalah kekerasan seksual, Kekerasan seksual merupakan permasalahan yang paling dominan diantara permasalahan-permasalahan perempuan lainnya.
“Kegiatan ini dilaksanakan mengingat beberapa tahun belakang ini maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan terutama di kota Banjarmasin,” Katanya.
Sementara ketua pelaksana Ananda Melani S mengatakan bahwa tujuan Kegiatan ini dibentuk dengan maksud agar nantinya ada pemahaman terkait aksi dan advokasi oleh HMI-Wati khususnya dan perempuan pada umumnya agar lebih peka dan responsif terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kekerasan perempuan.
Peserta yang hadir pun terbatas dikarenakan masih dalam masa Pandemi covid-19 demi menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di kota Banjarmasin.
“Kami berharap dapat menumbuhkan keberanian kepada para Perempuan Indonesia terkhusus di daerah Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini untuk melaporkan dan mencegah adanya tindakan kekerasan seksual maupun Pelecehan seksual,”tandasnya.


