lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mendukung visi Generasi Emas 2045 harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Menyadari hal tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tanah Laut bersinergi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Advokasi bagi Calon Pasangan Pengantin (Catin) yang dilaksanakan di Aula Rakat Manuntung pada Selasa (31/3/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program kerja TP PKK Kabupaten Tanah Laut ini difokuskan pada upaya pencegahan stunting sejak dini melalui pembinaan pranikah yang krusial.
Sebanyak 62 peserta yang terdiri dari calon pengantin dari Kecamatan Tambang Ulang, Takisung, Bajuin, hingga Pelaihari. Mereka merupakan pasangan yang telah terdaftar secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
Ketua TP PKK Tanah Laut, Dian Rahmat Trianto, menekankan bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan yang matang di berbagai aspek.
Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar tidak terjebak dalam euforia seremonial semata. Menurutnya, esensi dari sebuah pernikahan terletak pada kesiapan jiwa dan raga kedua belah pihak.
”Menjadi pengantin itu bukan hanya mempersiapkan pesta, tetapi lebih esensinya dari itu. Kesiapan keseluruhan, baik persiapan fisik, persiapan mental, emosional, interpersonal, dan lain-lain sebagainya,” pesannya dengan penuh harap.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menargetkan adanya peningkatan kesadaran catin untuk memeriksakan kesehatan secara rutin.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah komitmen untuk menggunakan aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) sebagai sarana pendampingan.
Selain itu, diharapkan terjadi peningkatan jumlah pasangan yang memahami pentingnya mengatur usia kehamilan pertama minimal 21 tahun bagi istri dan 25 tahun bagi suami demi menjaga kesehatan ibu dan bayi.
Dengan kerja sama yang solid antara Dinas P3AP2KB, TP PKK, Dinas Kesehatan, dan KUA, diharapkan angka stunting di Kabupaten Tanah Laut dapat ditekan secara signifikan menuju keluarga yang berisiko rendah.
Editor: Rizki


