lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar “Bincang Santai Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan” bersama insan media cetak, elektronik, dan daring, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), serta perwakilan perangkat daerah di Banjarmasin, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat sinergi dengan media sekaligus menyelaraskan agenda publikasi menjelang puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Provinsi Kalsel.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel itu dikemas dalam suasana santai guna membuka ruang dialog, memperkuat komunikasi, dan menyamakan langkah dalam menyukseskan seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H Muhammad Syarifuddin, mengatakan puncak peringatan Hari Jadi yang semula dijadwalkan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dimajukan menjadi Kamis, 13 Agustus 2026, karena penyesuaian jadwal pelaksanaan. Acara akan dipusatkan di halaman Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, kawasan Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Forum ini memang sengaja dibuat santai agar kita bisa berbicara lebih terbuka, saling bertukar informasi, dan menyamakan langkah menjelang puncak Hari Jadi. Semula dijadwalkan pada 14 Agustus, namun karena bertepatan dengan hari Jumat, pelaksanaannya dimajukan menjadi Kamis, 13 Agustus 2026,” ujar Syarifuddin.
Ia menyampaikan, seluruh persiapan peringatan Hari Jadi ke-76 kini telah memasuki tahap akhir. Selain acara puncak, Pemprov Kalsel juga akan menggelar Kalsel Expo 2026 pada 12–18 Agustus 2026 di kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
Menurutnya, Kalsel Expo akan menempati area seluas sekitar 10 ribu meter persegi dengan menghadirkan ratusan stan dari perangkat daerah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai hiburan rakyat. Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi produk unggulan daerah dan kuliner halal, sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
“Tahun ini dalam rangka Hari Jadi ke-76 kami telah menyiapkan berbagai kegiatan, termasuk peresmian Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang diharapkan menjadi ikon baru Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus menambah destinasi wisata religi di kawasan perkantoran gubernur,” katanya.
Untuk mendukung akses masyarakat ke lokasi kegiatan, Pemprov Kalsel melalui Dinas Perhubungan akan menyediakan layanan bus gratis yang beroperasi setiap hari selama Kalsel Expo, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita.
Syarifuddin menegaskan, peringatan Hari Jadi ke-76 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan sekaligus penyusunan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mengusung tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju”, peringatan Hari Jadi tahun ini mencerminkan semangat menjaga hasil pembangunan, meningkatkan etos kerja yang cepat dan tepat, serta mendorong kemajuan Kalimantan Selatan. Meski dilaksanakan secara efisien dari sisi anggaran, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tetap menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Syarifuddin juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat.
“Kami sangat mengharapkan dukungan rekan-rekan media. Media merupakan mitra strategis yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap insan pers turut mendukung penyelenggaraan Hari Jadi ke-76 melalui publikasi seluruh rangkaian kegiatan, termasuk Kalsel Expo, sehingga partisipasi masyarakat semakin meningkat. Selain itu, media diharapkan terus menyajikan informasi yang akurat, jelas, dan mudah dipahami, serta berperan aktif menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi memecah persatuan.
Melalui sinergi yang terus diperkuat bersama media massa, Pemprov Kalsel optimistis penyebarluasan informasi pembangunan dapat berlangsung lebih efektif sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan yang konstruktif bagi kemajuan Banua.
Editor: Tim Redaksi


