lenterakalimantan.com, BARITO SELATAN – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menekankan pentingnya sinergi pembangunan dan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat memimpin Upacara Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan, Senin (21/9/2026).
Momentum hari jadi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar pembangunan dapat dirasakan merata hingga ke wilayah pedalaman.
“Tidak ada kemajuan tanpa kebersamaan. Huma Betang adalah rumah besar kita yang menyatukan perbedaan,” ujarnya.
Agustiar menegaskan pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Pengembangan UMKM, pariwisata, ketahanan pangan, hingga pelestarian budaya dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian daerah.
Baca juga: Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Karhutla di Tiga Kabupaten
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta dukungan masyarakat terhadap program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang di Barito Selatan menyasar 12.209 keluarga penerima manfaat.
Selain itu, masyarakat diajak mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.
Di tengah musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November, Agustiar memberi perhatian khusus terhadap peningkatan kejadian karhutla di sejumlah wilayah Kalteng.
Ia menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, hingga dunia usaha dan masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ini tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Gubernur juga meminta perusahaan perkebunan dan kehutanan aktif melakukan pencegahan di wilayah masing-masing.
Sementara itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain pemadaman, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan dampak karhutla, termasuk penyediaan rumah oksigen, masker, air bersih, dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Penanganan karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga melindungi masyarakat,” ujarnya.
Editor: Rizki


