lenterakalimantan.com, PARINGIN – Tim gabungan Polres Balangan bersama Manggala Agni menerapkan metode inovatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Teluk Mesjid, Kecamatan Batumandi, Selasa (22/9/2026).
Metode tersebut memanfaatkan cairan pemadam berbasis surfaktan serta teknik suntik tanah (soil injection) yang dikembangkan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan.
Teknik ini diterapkan karena karakteristik lahan gambut yang kerap menyimpan bara api di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.
Petugas mencampurkan satu liter konsentrat surfaktan ke dalam 100 liter air sebelum diaplikasikan di lapangan.
Penggunaan dilakukan melalui dua metode, yakni penyemprotan permukaan dan injeksi bawah tanah.
Pada metode penyemprotan, busa surfaktan bekerja memutus suplai oksigen pada titik api.
Sementara pada injeksi bawah tanah, cairan dialirkan melalui nozel khusus dengan sistem pipa untuk menjangkau titik panas di lapisan gambut yang lebih dalam.
Baca juga: Ketua DPRD Balangan Imbau Warga Pakai Masker Antisipasi Kabut Asap Karhutla
Selain lebih efisien dalam penggunaan air, cairan surfaktan ini juga dinyatakan aman oleh Bidlabfor Polda Kalsel karena ramah lingkungan dan tidak merusak mikroorganisme maupun vegetasi sekitar.
Melalui metode ini, karhutla seluas sekitar 0,45 hektare di Desa Teluk Mesjid berhasil dipadamkan setelah sebelumnya sempat berulang kali muncul kembali.
Polres Balangan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melapor jika menemukan titik api di wilayah masing-masing.
Editor: Rizki


