lenterakalimantan.com, BARABAI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin memasang lima reflektor jalan di Desa Pembakulan, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), untuk membantu meningkatkan keselamatan pengguna jalan pada malam hari.
Program yang direalisasikan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) HST pada 1 Oktober 2026 tersebut berawal dari pengamatan mahasiswa terhadap kondisi tikungan menurun dengan tebing di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Minimnya penerangan dan penanda jalan membuat tikungan sulit dikenali, terutama saat malam hari.
Mahasiswa kemudian menginisiasi pemasangan reflektor sebagai penanda tambahan yang dapat memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga membantu pengendara mengenali kondisi jalan.
Upaya tersebut diawali dengan koordinasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan pada 14 September 2026. Setelah memastikan jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten, mahasiswa melanjutkan koordinasi dengan Dishub HST. Usulan pemasangan kemudian disetujui pada 26 September 2026.
Perwakilan Dishub HST, Rijali, selaku kepala bidang, menyampaikan bahwa lokasi tersebut membutuhkan penerangan atau fasilitas pendukung keselamatan lainnya. Reflektor dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu pengguna jalan mengenali tikungan ketika terkena sorotan lampu kendaraan.
Dishub HST mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan lima batang pipa besi, tiga sak semen, cat semprot, dan pita reflektif. Masyarakat setempat juga membantu meminjamkan peralatan serta menyediakan pasir dari sungai di sekitar lokasi.
Sebanyak 12 mahasiswa KKN bersama perangkat desa dan warga terlibat dalam pemasangan lima reflektor di sejumlah titik sepanjang tikungan. Pengerjaan dilakukan mulai dari penggalian tanah, pemasangan pipa besi, hingga pembuatan dudukan menggunakan campuran semen.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Antasari berharap reflektor dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengendara saat melintasi tikungan, khususnya pada malam hari. Kolaborasi mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat tersebut juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung keselamatan berlalu lintas di Desa Pembakulan.
Editor: Rizki


