lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Isu Sungai Asam-Asam bakal ditambang oleh Jorong Barutama Greston (JBG) ditepis oleh Manajemen. Menurutnya justru pihaknya akan memperbaiki Sungai tersebut akibat dirusak oleh pertambangan tanpa izin (Peti).
“Kami berkewajiban untuk memperbaiki Sungai tersebut sebab masuk dalam konsesi tambang kami atau (PKP2B). Walaupun Rusaknya sungai Asam-Asam Akibat Peti,” Kata Kepala Teknik Tambang JBG Ir Gede Widiada, Melalui Eksternal PT JBG, Idhar, Sabtu (4/6/2022).
Menurut dia Sungai yang sudah dirusak oleh penambang tanpa izin (PETI) akan diperbaiki dengan membuatkan aliran sungai yang baru sehingga aliran sungai tetap berfungsi dengan baik.
Disana juga bagian utara berdekatan sungai Asam-Asam merupakan kawasan Pinjam Pakai PT JBG sehingga tidak ada lahan warga.
“Itulah kenapa kemarin kami menggelar konsultasi publik dengan mengundang Dinas terkait baik Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Membahas rencana tersebut,” Katanya.
Apabila dibiarkan berlarut-larut maka masyarakat setempat semakin lama juga tidak bisa menggunakan sungai itu. Karenanya manajemen berencana memperbaiki itu segera, agar aliran sungai Asam-Asam kembali normal.
Panjang sungai Asam-Asam lama 3.538 Meter dengan luas 1,39 Hektar. Panjang sungai yang akan di pindah 2.530 Meter dengan luas 21,76 Hektar.
Tidak hanya itu JBG juga tidak bisa melakukan aktivitas penambangan di sekitar itu apabila sungai itu belum kita perbaiki. Sebab dikhawatirkan limbah akan sampai ke aliran sungai.
Aktivitas penambangan liar itu sambung Idhar berlangsung sejak 2015 lalu dan kini kegiatan PETI di Sungai Asam-Asam sudah tidak ada lagi Hanya menyisakan bekas galian.
Terpisah Kepala Desa Asam-asam Abdul Muhid mengatakan rencana PT JBG untuk memperbaiki Sungai Asam-Asam akibat aktivitas pertambangan Tanpa Izin (Peti) kami mendukung.
“Kami tentu sangat mendukung yang terbaik bagi warga kami untuk diperbaiki sebab informasi kerusakan itu sudah sejak tahun 2015 dan waktu itu saya belum jadi kepala Desa sebab baru menjabat tahun 2020,” Katanya.
Memang disana ada aktivitas penambangan di Sungai yang membuat tebing longsor dan sedikit menutupi jalan sungai.
“Akhirnya disana lalu terbentuk kolam air yang cukup dalam,” Paparnya.
Kalau JBG memang ingin memperbaiki sungai Asam-Asam agar lebih baik alirannya dan sesuai kesepakatan bersama pemerintah maka kita siap menyampaikan ke warga atas niat baik PT JBG.
Memang terang Muhid Sungai Asam-Asam tersebut hanya dipergunakan warga untuk pertanian, mandi, bukan untuk dikonsumsi.


