lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berkunjung ke SMP Negeri 1 Belawang, Kabupaten Barito Kuala, untuk melakukan Sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar, yang dikenal juga dengan nama Kurikulum Paradigma Baru atau Kurikulum Prototipe.
Sosialisasi yang digelar selama dua hari, Rabu (22/6/22) dan Kamis (23/6/22) dengan fokus pelaksanaan Project Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek di sekolah.
Diketuai oleh Ibu Ratna Yulinda, M.Pd., tim PkM ini ingin ikut membantu sekolah dalam menyukseskan pelaksanaan pembelajaran melalui proyek, dimana sekolah diwajibkan untuk menyisihkan waktu 20% dari jam belajar untuk praktik lapangan, sebagai cara dalam menanamkan karakter Pelajar Pancasila.
Kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini harapannya dapat menjadi perwujudan dari pengetahuan siswa yang didapatkan dari 80% pembelajaran konsep di kelas.
“Pembelajaran berbasis proyek atau project based learning ini sekilas terdengar menakutkan dan berat. Apalagi ditambah dengan istilah baru profil pelajar pancasila. Tapi sebenarnya pelaksanaannya cukup sederhana. Kami ingin agar guru-guru bisa lebih rileks menghadapi perubahan ini,” ungkap Ratna.
Bersama dua orang anggota dosen, Ellyna Hafizah, M.Pd. dan Sauqina, M.A., Tim PkM dari Prodi Pendidikan IPA FKIP ULM tidak hanya melakukan penyampaian materi tentang pembelajaran berbasis proyek kepada semua guru di sekolah saja.

Tim PkM juga memberikan seperangkat modul pembelajaran berbasis proyek yang dapat dicontoh oleh guru-guru.
Kegiatan ini juga diikuti dengan demonstrasi tentang bagaimana cara melaksanakan berbasis proyek di depan siswa kelas 9.
Siswa nampak mengikuti pembelajaran dengan antusisas dan ikut secara langsung melaksanakan praktik membuat susu asam dengan didampingi mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP ULM.
“Kurikulum sering berganti-ganti. Namun kami sebagai guru yang sudah berpengalaman mengajar selama bertahun-tahun harus selalu siap dengan perubahan oleh pemerintah,” terang Kepala Sekolah SMPN 1 Belawang, Rahmad Effendi, S.Pd. ketika ditanya komentarnya tentang sosialisasi ini.
“Kami senang sekali kegiatan seperti ini melibatkan sekolah kami. Semoga ada lagi kegiatan-kegiatan sosialisasi berikutnya yang dapat memfasilitasi guru dalam mengajar.” tandasnya.


